Thursday, May 7, 2026

Doa untuk Almarhumah Hamidah Fuadi

Bismillahirrohmanirrohim,

Ya Allah, Ya Ghaffar,

Hari ini, Kamis 7 Mei 2026, telah kembali ke haribaan-Mu saudari kami, Hamidah Fuadi binti Fuadi Usman. Kami saksi bahwa ia adalah jiwa yang baik, sosok pendidik yang penuh dedikasi, dan rekan yang dicintai.

Ya Allah, Ya Nuur,

Terangilah kuburnya dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam. Luaskanlah tempat peristirahatannya sejauh mata memandang, dan jadikanlah taman di antara taman-taman surga-Mu. Harumkanlah peristirahatan terakhirnya sebagaimana ia telah mengharumkan ilmu kepada murid-muridnya.

Ya Allah, Ya Rahmaan,

Ampunilah segala khilafnya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Terimalah seluruh amal ibadahnya, setiap sujudnya, dan setiap huruf yang ia ajarkan sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Basuhlah segala dosanya dengan air salju dan embun yang menyejukkan.

Ya Allah, Ya Shobur,

Berikanlah ketabahan sedalam samudra dan kesabaran seteguh karang bagi keluarga yang ditinggalkan, juga bagi kami rekan-rekan di MTsN 1 Bandar Lampung. Yakinkan kami bahwa perpisahan ini hanyalah sementara, hingga Engkau kumpulkan kami kembali di surga Firdaus-Mu.

Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha.

(Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, dan maafkanlah segala kesalahannya).

Aamiin Ya Rabbal 'Aalamiin.


Selamat jalan Miss Hamidah

Di bawah langit Madinah yang mulai menyepuh keemasan, saya bersimpuh di pelataran Masjid Nabawi. Aroma parfum gaharu dan kesturi yang khas mengalun lembut, membelai indra penciuman di tengah semilir angin sore yang sejuk usai menunaikan salat Ashar. Hati saya masih bergetar, terhanyut dalam sisa-sisa kekhusyukan setelah baru saja mengetuk pintu langit di Raudhah, taman surga yang dikelilingi tiang-tiang putih nan megah.

Namun, ketenangan itu seketika pecah saat jemari saya menyentuh layar ponsel. Di grup WhatsApp MTsN 1 Bandar Lampung, kabar duka menyeruak seperti petir di siang bolong, menggetarkan batin sejauh ribuan mil dari tanah air. Saudari kami, Hamidah Fuadi binti Fuadi Usman, telah berpulang ke haribaan-Nya.

Kalimat-kalimat belasungkawa mengalir deras di layar, bagaikan sungai air mata yang tak terbendung. Kabar itu terasa sangat getir; baru saja kemarin ia bercengkerama, baru saja beberapa jam lalu ia membalas pesan, namun kini ia telah melintasi batas dunia. Kematian memang rahasia yang paling sunyi, datang setenang bayangan namun meninggalkan jejak yang begitu dalam.

Dari jantung kota Rasulullah, di hadapan kubah hijau yang menjadi saksi bisu sejarah agung, saya menengadahkan tangan kembali. Di tempat yang mustajab ini, saya titipkan doa untuknya:

Ya Allah, ampunilah segala khilafnya, luaskanlah kuburnya sebagaimana Engkau meluaskan ufuk di Madinah ini. Terimalah setiap tetes keringatnya saat mengabdi sebagai pendidik sebagai amal jariyah yang tak putus-putus. Tempatkanlah ia di barisan hamba-Mu yang kembali dengan jiwa yang tenang, di tempat terbaik di sisi-Mu.

Selamat jalan, Miss Hamidah. Engkau orang baik, dan kebaikanmu akan terus mewangi di koridor sekolah kami, meski kini ragamu telah beristirahat dengan damai di pelukan bumi.

Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha. Amin.