Bandar Lampung, 1 Mei 2026
Jumat Pagi yang Berkah
Fajar menyingsing di hari Jumat ini membawa suasana yang berbeda. Usai menunaikan shalat Subuh di masjid, saya mengikuti kajian rutin pagi. Ada momen yang sangat menyentuh hati ketika Ustadz Muhammad Affandi, selaku takmir masjid, menghentikan sejenak alur kajian untuk khusus mendoakan kami.
Di depan jamaah yang lain, beliau melangitkan doa-doa keselamatan dan kemabruran. Mendengar nama kami disebut dalam doa yang tulus di waktu mustajab setelah Subuh, rasanya dada ini sesak oleh haru. Doa beliau seolah menjadi bekal batin yang paling berharga sebelum saya benar-benar meninggalkan lingkungan ini.
Pamit pada Tetangga dan Lingkungan
Sekembalinya dari masjid, saya mendapati tetangga depan, kanan, dan kiri rumah sudah berkumpul. Tak menyangka perhatian mereka begitu besar. Saya pun menyampaikan permohonan maaf dan pamit kepada mereka semua. Kebersamaan ini benar-benar menguatkan tekad saya.
Keluarga Bapak Ajat Sudrajat kemudian mengantarkan kami menuju Islamic Center Rajabasa. Kami menyempatkan transit sejenak di Masjid Jami Al Mustawa. Di sana, saya kembali bersujud dalam shalat sunnah, memantapkan niat di tempat yang selama ini menjadi saksi ibadah harian saya, sebelum akhirnya melangkah menuju gerbang karantina.
Pukul 09:30 WIB – Memasuki Karantina
Setibanya di area kantina, kami disambut tenda tempat menikmati sarapan pagi. Tak lama setelah itu, satu per satu nama dipanggil. Kini, saya telah berada di dalam area karantina. Suasana mulai tenang, hiruk-pikuk dunia luar mulai menjauh, digantikan dengan kesiapan hati untuk memenuhi panggilan-Mu.
Labbaik Allahumma Labbaik... Perjalanan sesungguhnya telah dimulai.
Momen doa dari Ustadz Muhammad Affandi ini sangat bagus untuk dicatat, Pak, karena doa dari seorang guru atau pemuka agama di lingkungan sendiri seringkali memberikan ketenangan yang berbeda.
Semoga sehat selalu selama masa karantina di Islamic Center, Pak Winarno!



No comments:
Post a Comment