Monday, August 3, 2026

MTsN 1 Bandar Lampung, RIHLAH 2026

Minggu, 2 Agustus 2026, matahari belum sepenuhnya naik ketika halaman MTsN 1 Bandar Lampung sudah mulai berdenyut. Udara pagi yang masih dibalut rasa dingin perlahan hangat oleh celoteh tawa dan derak roda dua unit bus besar yang terparkir gagah. Berdasarkan surat tugas yang telah ditetapkan oleh Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I., hari itu keluarga besar madrasah melangkahkan kaki bersama menuju Pantai Klara, Padang Cermin, Pesawaran, untuk menggelar agenda rihlah—sebuah jeda dari rutinitas untuk merajut kebersamaan.

Sejak subuh melipat malam, tim panitia telah menyelesaikan rapat persiapan yang matang—merancang segalanya mulai dari moda transportasi, perlengkapan, konsumsi, susunan acara, hingga sesi dokumentasi. Bahkan, seksi perlengkapan sudah membelah jalanan lebih awal; memagari pantai dengan banner kegiatan yang membentang rapi dan memastikan dentum suara dari sound system siap menyapa lautan.

Rombongan pun beriringan. Kepala Madrasah bersama istri mengendarai mobil pribadi, disusul iring-iringan kendaraan lain yang memboyong logistik keakraban. Bau harum kopi hitam dan teh hangat yang mengepul melingkupi pagi, berpadu sempurna dengan renyahnya snack pembuka. Tak hanya itu, aroma gurih pempek yang digoreng emas, somay berkuah kacang yang pekat, kesegaran buah jeruk, hingga hidangan makan siang prasmanan siap memanjakan lidah sepanjang hari.

Dipayungi langit biru dan hembusan angin laut yang membelai lembut, acara dibuka secara khidmat dengan doa dan sambutan hangat dari Kepala Madrasah. Gelak tawa pecah saat 60 peserta terbagi menjadi 5 kelompok kecil beranggotakan 12 orang. Pasir pantai menjadi saksi kehebohan game estafet sarung yang membelit tubuh, jari-jari yang gemetar memegang sedotan pada estafet karet gelang, hingga gelak tawa tak terbendung saat mengamati lekuk tubuh dan mimik wajah peserta pada peragaan kata.

Gemuruh tepuk tangan membahana ketika pemenang lomba menerima hadiahnya. Namun, riuh paling heboh pecah saat tradisi tukar kado dimulai. Setiap orang menggenggam kado berbalut kertas koran—sederhana, bernilai minimal Rp15.000, tetapi kaya akan misteri. Sebuah lingkaran besar terbentuk melingkupi pantai. Saat irama musik mengalun, kado-kado bergerak cepat dari tangan ke tangan ke arah kanan. Begitu lagu mendadak terhenti, senyum lega, tawa geli, hingga seruan terkejut mewarnai pantai saat setiap orang membuka bungkusan koran di tangannya masing-masing.

Siang merambat, masuklah sesi acara bebas yang penuh warna. Gemericik air laut dan deburan ombak memanggil sebagian peserta untuk menceburkan diri, sementara jeritan riang terdengar dari mereka yang memacu adrenalin di atas banana boat. Di sudut lain, kilatan kamera berpadu dengan pose-pose ceria di latar panorama pantai yang memukau, diiringi alunan nada dari peserta yang leluasa mengekspresikan diri lewat nada-nada karaoke.

Waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB ketika perlahan tawa berangsur tenang. Dengan pakaian yang kini beraroma garam dan hati yang dipenuhi kenangan, para peserta berkemas, melangkah kembali ke moda transportasi semula untuk bertolak menuju MTsN 1 Bandar Lampung. Sebuah momen indah yang sederhana, tetapi terukir manis di sanubari setiap insan yang hadir. ***



Link video


No comments:

Post a Comment