Sunday, August 23, 2026

Semangat Kebersamaan MABIT Kelas Unggul MTsN 1 Bandar Lampung dan Inspirasi Pagi Hari Minggu

BANDAR LAMPUNG — Suasana hangat dan penuh keberkahan menyelimuti lingkungan MTsN 1 Bandar Lampung pada Minggu (23/08/2026). Rangkaian kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) Kelas Unggul MTsN 1 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2025/2026 resmi ditutup oleh Kepala Madrasah, Hamsir, S.Pd., M.Pd. Acara penutupan ini diikuti oleh seluruh peserta MABIT, panitia pelaksana, serta mahasiswa PPL UIN Raden Intan Lampung.



Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Bandar Lampung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pihak yang berpartisipasi aktif hingga seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Beliau berharap bekal materi keagamaan, kedisiplinan, serta penanaman akhlak mulia yang didapatkan peserta selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Rangkaian MABIT diawali dengan pembinaan spiritual pada malam hari, meliputi pelaksanaan shalat tahajud dan subuh berjamaah, penyampaian materi keagamaan, hingga lomba Rangking 1 yang berlangsung kompetitif namun ceria.

Memasuki hari kedua, Minggu pagi, semangat peserta makin terpacu melalui kegiatan olah fisik. Seluruh peserta MABIT mengikuti jalan sehat di sekitar lingkungan madrasah untuk menjaga kebugaran jasmani. Suasana penuh kebersamaan kian terasa saat Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Hamsir, turut serta berjalan bersama para siswa, panitia, dan mahasiswa PPL UIN Raden Intan Lampung. Usai jalan sehat, keceriaan berlanjut dengan senam kesegaran jasmani yang diikuti seluruh siswa dengan penuh antusias.

Momen keseruan dan kekhidmatan seluruh rangkaian kegiatan MABIT tersebut berhasil terdokumentasikan dan disiarkan secara langsung (livestreaming) oleh tim media madrasah. Langkah ini memastikan bahwa pesan pembinaan karakter dan kebersamaan MABIT dapat dibagikan secara luas kepada civitas akademika dan orang tua siswa.

Kegiatan MABIT Kelas Unggul ini tidak hanya menjadi sarana penguatan nilai-nilai keimanan dan takwa, tetapi juga menjadi wadah dalam melatih kemandirian, rasa tanggung jawab, serta menjaga kebugaran fisik para siswa demi mencetak generasi madrasah yang unggul dalam prestasi dan berakhlaqul karimah.

***
link livestreaming: 

Monday, August 10, 2026

Koleksi Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Bertambah: Siswi Kelas VIII B Donasikan Dua Judul Novel Popular

Bandar Lampung, 11 Agustus 2026, Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menerima tambahan koleksi buku bacaan menarik melalui aksi peduli literasi dari salah satu siswanya. Ananda Mulyana Azzahra, siswi kelas VIII B, secara sukarela mendonasikan dua buah novel populer ke pihak perpustakaan madrasah.





Kedua novel yang didonasikan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi pembaca kalangan remaja:

  1. Bandung After Rain karya Wulan Nur Amalia
    Novel fiksi romansa ini mengisahkan tentang dinamika hubungan, proses pendewasaan, dan emosi antara dua tokoh utamanya, Hemachandra (Hema) dan Rania (Ra). Berlatar belakang sudut-sudut kota Bandung yang syahdu setelah hujan, novel ini menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi, rasa saling menghargai, serta penyembuhan luka emosional.

  2. Giomora: When Cireng Meets Conglomerado karya Tri Agisnita
    Mengusung genre romansa komedi remaja yang segar, novel ini menceritakan pertemuan kembali Giokai Abraham (seorang keturunan konglomerat) dengan cinta masa kecilnya, Amora Celeste (gadis berkarakter ceria yang lekat dengan nuansa lokal/sederhana). Cerita ini menyajikan dinamika hubungan yang dibalut humor, konflik rahasia masa lalu, serta perbedaan latar belakang sosial yang dikemas secara menarik.

Mulyana—atau yang akrab disapa Muly—menyerahkan kedua novel tersebut karena ia telah selesai membacanya dan ingin memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menikmati alur cerita yang seru dari kedua buku tersebut.

Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Muly. Menurut beliau, tindakan mendonasikan buku bacaan berkualitas sangat efektif dalam merawat budaya literasi dan memupuk semangat saling berbagi di lingkungan madrasah.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung, Winarno, S.Pd., bersama tim Pelayanan Pemustaka yang terdiri dari Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., Aisiyah Putri Sandi, S.Si., dan Khairunisa, S.Kom., menyambut hangat penyerahan ini. Tim perpustakaan akan segera mengolah kedua novel tersebut ke dalam sistem katalog perpustakaan agar dapat segera dipinjam dan dinikmati oleh seluruh pemustaka MTsN 1 Bandar Lampung.
***

Wednesday, August 5, 2026

Avanza Hitam Seruduk Penjemput Siswa MTsN 1 Bandar Lampung, 7 Motor Rusak: Catatan Harian Rabu, 5 Agustus 2026

Suasana sore ini awalnya berjalan biasa saja. Usai shalat Ashar, para siswa pelan-pelan meninggalkan aula, berkemas, lalu berpamitan pulang. Saya sendiri memilih berada di ruang perpustakaan bersama beberapa siswa yang memanfaatkan waktu menunggu jemputan sambil membaca buku.

Tiba-tiba, keheningan pecah. Terdengar suara gaduh yang begitu bising dari arah jalan raya depan sekolah. Jalanan sedang sangat ramai dan padat. Ketika saya melihat ke luar, asap hitam tebal tampak mengepul ke udara, disusul suara ledakan yang cukup keras.


Beberapa warga dan orang-orang di sekitar lokasi tampak panik dan berusaha memecahkan kaca pintu kanan sebuah mobil hitam untuk mengeluarkan pengemudinya yang sudah dalam kondisi tak sadar. Rupanya ledakan tersebut berasal dari ban kiri belakang mobil yang terus berputar dan menggesek jalanan hingga gundul sampai kawat bajanya terlihat. Kondisi mobil rusak parah—bemper depan dan plat nomor polisinya terlepas, sementara kaca depan pecah.

Setelah berhasil dikeluarkan, tubuh pengemudi yang pingsan itu langsung diangkat dan dilarikan ke salah satu ruang kelas, yaitu kelas 7A, untuk pertolongan darurat. Tidak lama kemudian, anggota keluarganya datang membawa mobil untuk membawanya ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Tampak petugas Babinkamtibmas ikut membantu proses evakuasi pengemudi tersebut ke dalam mobil.

Suasana sekolah semakin mencekam dan histeris. Dari ruang lain, terdengar suara seorang wanita menjerit-jerit kesakitan di dalam kelas 9A. Salah satu siswa kami juga menjadi korban dalam musibah ini. Dari rekaman CCTV yang saya lihat kemudian, siswa tersebut sedang duduk di atas sepeda motor ojek online, lalu tiba-tiba dihantam mobil dari belakang hingga terpental ‘terbang’. Tujuh sepeda motor rusak ringan hingga parah, Honda PCX, Honda Beat Street, Honda Supra Fit, Honda Supra X, Honda Beat, Yamaha Aerox, dan Yamaha Jupiter.

Didampingi beberapa guru, Pak Tugiyo bergerak cepat membawa kedua korban luka ke UGD RS Graha Husada. Tak lama berselang, Kepala MTsN 1 Bandar Lampung, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I, langsung menyusul ke rumah sakit. Beliau sempat menelepon saya, namun panggilan tersebut tidak terangkat karena situasi yang sangat krusial. Meski begitu, saya terus berupaya memberikan pembaruan informasi (update) berkala kepada beliau.

Di lingkungan sekolah, dampak kecelakaan masih terasa memilukan: Depan Pos Satpam: Tampak dua orang korban dalam kondisi shock berat, duduk menanti jemputan keluarga. Depan Kelas 7C: Terlihat korban lain yang mengalami luka-luka ringan sedang ditenangkan.

Sebuah mobil polisi double cabin bertuliskan UNIT LAKA LANTAS memasuki halaman MTsN 1 Bandar Lampung, petugas mengidentifikasi korban, dan melakukan olah TKP. 

Menjelang waktu Magrib, Pak Tugiyo menghubungi saya dan meminta tolong untuk mengantarkan tas serta sandal milik korban yang sempat tertinggal di dalam mobilnya ke rumah sakit. Saya segera mengambilnya dan bergegas pergi.

Sesampainya di rumah sakit, usai mengambil tiket parkir dan berjalan menuju area parkir, saya tidak sengaja berjumpa dengan Bapak Yan Khairul, suami dari korban. Saya langsung menyerahkan barang-barang milik istrinya kepada beliau. Setelah urusan selesai, saya pamit meninggalkan area rumah sakit untuk perjalanan pulang.

Jujur, sampai detik ini perasaan saya masih sangat shock dan bergetar membayangkan betapa cepatnya musibah itu terjadi di depan gerbang sekolah kami. Semoga para korban segera diberikan kesembuhan dan ketabahan.