Wednesday, October 14, 2026

Merangkai Mimpi dan Menumbuhkan Karakter di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Sabtu, 25 Juli 2026

Merangkai Mimpi, Menumbuhkan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Sabtu, 25 Juli 2026

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi ruang belajar, tempat mencari pengetahuan, dan wadah bagi para siswa untuk mengungkapkan cita-cita. Pada Sabtu, 25 Juli 2026, siswa kelas VIII dan IX mengunjungi perpustakaan dengan berbagai kegiatan, mulai dari meminjam buku, mengembalikan koleksi, membaca, hingga memanfaatkan fasilitas laptop.

Setiap siswa memiliki cerita dan harapan masing-masing. Ada yang bercita-cita menjadi anggota TNI, guru, CEO, dan pekerja profesional di luar negeri. Ada pula yang ingin menjadi orang sukses, memiliki kehidupan yang lebih baik, serta meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Semua harapan tersebut menjadi bagian dari perjalanan belajar dan pembentukan karakter di lingkungan madrasah.

Memanfaatkan Perpustakaan untuk Belajar

Rassam Taufik, siswa kelas VIII F, berkunjung untuk menggunakan laptop. Pemanfaatan fasilitas teknologi di perpustakaan menjadi kesempatan untuk mendukung kegiatan belajar dan mengembangkan keterampilan digital.

Ilham, siswa kelas VIII F, meminjam satu buku Panduan Pendidikan Antikorupsi. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan cita-citanya menjadi anggota TNI. Buku yang dipinjamnya juga mengandung pesan penting mengenai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas, nilai-nilai yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat maupun pengabdian kepada negara.

Pada kunjungan berikutnya, Ilham kembali ke perpustakaan untuk mengembalikan buku Panduan Pendidikan Antikorupsi. Kegiatan ini mencerminkan pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan.

Alfahiya, siswa kelas VIII F, menggunakan laptop dan menyampaikan keinginannya untuk menjadi anggota TNI Angkatan Laut. Cita-cita tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, kesehatan yang baik, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sementara itu, Naufal Ahmad, siswa kelas VIII F, juga memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan. Meskipun belum mencantumkan cita-cita secara khusus, kunjungannya menjadi bagian dari kegiatan belajar yang dapat membantu memperluas pengetahuan dan mengenali potensi diri.

M. Alfan Fikri Ubaidillah, siswa kelas VIII F, turut menggunakan laptop. Ia menyampaikan bahwa cita-citanya masih terbuka dan belum menentukan pilihan tertentu. Tidak semua siswa harus mengetahui masa depannya sejak awal. Melalui pengalaman belajar, membaca, dan mencoba hal-hal baru, mereka dapat menemukan minat serta bidang yang ingin ditekuni.

Buku sebagai Teman Belajar dan Sumber Inspirasi

Malika, siswa kelas VIII A, berkunjung untuk meminjam satu buku berjudul Move On. Pilihan bacaan ini menambah warna dalam kegiatan literasi siswa. Buku dapat menjadi teman untuk memperoleh sudut pandang baru, memahami pengalaman kehidupan, dan mengembangkan kebiasaan membaca.

Faqih Ataris Calief, siswa kelas VIII D, meminjam satu buku bertema antikorupsi. Ia mengungkapkan cita-citanya menjadi CEO. Keinginan tersebut dapat menjadi motivasi untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Nilai kejujuran yang berkaitan dengan tema antikorupsi juga penting untuk membangun pemimpin yang bertanggung jawab.

Shafira Aliyana Eka Putri, siswa kelas VIII B, mengembalikan satu buku fikih. Ia menyampaikan harapan untuk masuk surga. Ungkapan ini memperlihatkan bahwa harapan siswa tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan dan keberhasilan duniawi, tetapi juga dengan kehidupan spiritual.

Muly, siswa kelas VIII B, mengembalikan satu buku berjudul Tragedi 10 Muharram. Ia menyampaikan keinginannya untuk menjadi pribadi yang hebat. Harapan tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus belajar, membangun karakter, dan meningkatkan kemampuan diri.

Mengembangkan Cita-Cita dan Karakter Positif

Aisyah Izzah Athirah, siswa kelas IX D, menggunakan laptop di perpustakaan dan menyampaikan cita-cita menjadi guru yang amanah dan jujur. Baginya, sosok guru yang baik tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas dan mampu memberikan teladan bagi murid-muridnya.

Pada kesempatan lain, Aisyah Izzah Athirah meminjam satu buku berjudul Sahabat yang Mencintaimu. Buku tersebut menjadi pilihan bacaan yang dapat memperkaya pemahaman tentang persahabatan, kepedulian, dan hubungan positif dengan sesama.

Alya Saifanah Arlen, siswa kelas IX D, menggunakan laptop dan menyampaikan impiannya untuk kuliah di MSU di Rusia, kemudian bekerja di Inggris suatu saat nanti. Cita-cita ini menunjukkan keinginannya untuk memperoleh pengalaman pendidikan dan karier di tingkat internasional.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, persiapan dapat dimulai melalui kesungguhan belajar, penguasaan bahasa asing, pencarian informasi pendidikan, dan pengembangan kemandirian. Perpustakaan dapat menjadi salah satu tempat untuk mencari referensi dan memperluas wawasan tentang dunia pendidikan.

Meraih Kesuksesan dengan Usaha dan Ketekunan

Devi Aurora Calliosta R., siswa kelas IX D, menggunakan laptop dan mengungkapkan keinginannya untuk memiliki banyak uang. Harapan tersebut dapat menjadi awal untuk mempelajari arti kesuksesan yang disertai kerja keras, keterampilan, pengelolaan keuangan yang bijaksana, dan tanggung jawab.

Intan dan Keyra, siswa kelas IX D, datang untuk membaca buku IPA. Keduanya mengungkapkan keinginan untuk menjadi orang sukses. Kegiatan membaca buku pelajaran menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pemahaman, memperluas pengetahuan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan.

Ameera Beauty W, Lay Shafiyyah Nurzahrah, dan Mulyana Azzahra, siswa kelas VIII B, menggunakan laptop di perpustakaan. Dalam ungkapan mereka, terdapat pula harapan tentang masuk surga yang disampaikan dengan gaya bercanda khas pelajar. Di balik suasana santai tersebut, perpustakaan tetap menjadi ruang yang mendukung interaksi, kegiatan belajar, dan perkembangan siswa.

Menumbuhkan Harapan Spiritual dan Sikap Bertanggung Jawab

Sebagian siswa menyampaikan harapan yang berkaitan dengan kehidupan spiritual. Shafira Aliyana Eka Putri mengungkapkan harapan untuk masuk surga ketika mengembalikan buku fikih. Muly juga menyampaikan harapan untuk menjadi pribadi yang hebat ketika mengembalikan buku Tragedi 10 Muharram.

Sementara itu, Ilham, selain meminjam dan mengembalikan buku Panduan Pendidikan Antikorupsi, turut menyampaikan cita-cita menjadi anggota TNI. Perpaduan kegiatan literasi dan cita-cita ini mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga menanamkan tanggung jawab dan nilai moral.

Setiap siswa mempunyai cara berbeda dalam mengungkapkan harapan. Ada yang menyebutkan profesi tertentu, ada yang menekankan kesuksesan, dan ada pula yang mengungkapkan harapan spiritual. Semua dapat menjadi titik awal untuk membangun tujuan hidup yang lebih jelas.

Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh dan Berkarya

Kunjungan para siswa pada 25 Juli 2026 menunjukkan beragam manfaat perpustakaan. Meminjam buku membantu siswa memperoleh bahan bacaan, mengembalikan buku melatih tanggung jawab, membaca memperluas wawasan, dan menggunakan laptop mendukung pemanfaatan teknologi untuk belajar.

Para siswa yang tercatat dalam kegiatan hari itu adalah Rassam Taufik, Ilham, Alfahiya, Naufal Ahmad, M. Alfan Fikri Ubaidillah, Malika, Faqih Ataris Calief, Shafira Aliyana Eka Putri, Aisyah Izzah Athirah, Alya Saifanah Arlen, Ameera Beauty W, Lay Shafiyyah Nurzahrah, Mulyana Azzahra, Devi Aurora Calliosta R., Intan, Keyra, dan Muly.

Masing-masing membawa cerita tersendiri. Ada yang ingin mengabdi kepada negara, menjadi pemimpin perusahaan, menjadi guru yang amanah, melanjutkan pendidikan ke luar negeri, atau meraih kesuksesan. Ada pula yang masih mencari arah dan ingin mengenali potensinya lebih jauh.

Perpustakaan berperan sebagai lingkungan yang mendukung proses tersebut melalui koleksi buku, fasilitas belajar, dan layanan pemustaka. Dengan suasana yang nyaman dan akses terhadap sumber pengetahuan, siswa diharapkan semakin bersemangat untuk membaca, bertanya, berpikir kritis, dan mengembangkan keterampilan.

Dukungan Pimpinan dan Layanan Perpustakaan

Kegiatan layanan perpustakaan merupakan bagian dari dukungan pendidikan di MTsN 1 Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I., dengan Winarno, S.Pd., sebagai Kepala Perpustakaan.

Pelayanan kepada pemustaka didukung oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya menyediakan lingkungan perpustakaan yang membantu siswa memenuhi kebutuhan membaca, belajar, dan mengembangkan diri.

Penutup: Setiap Kunjungan Menjadi Langkah Menuju Masa Depan

Kegiatan perpustakaan pada Sabtu, 25 Juli 2026, memperlihatkan bahwa setiap siswa memiliki impian, minat, dan perjalanan masing-masing. Cita-cita menjadi anggota TNI, CEO, guru yang jujur, atau mahasiswa di luar negeri dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, seperti membaca buku, belajar dengan tekun, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun karakter positif.

Bagi siswa yang masih mencari cita-cita, perpustakaan menyediakan kesempatan untuk mengenal lebih banyak bidang pengetahuan dan menemukan inspirasi. Bagi siswa yang sudah memiliki tujuan, perpustakaan dapat membantu mereka memperoleh informasi dan memperkuat persiapan.

Semoga seluruh siswa MTsN 1 Bandar Lampung terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak baik, bertanggung jawab, dan berani mewujudkan harapan. Sebab, masa depan dibangun melalui perpaduan antara cita-cita, usaha, doa, dan kemauan untuk terus belajar.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — tempat membaca, menumbuhkan karakter, dan merangkai masa depan.

Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Semangat Belajar di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Jumat, 24 Juli 2026

 

Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Semangat Belajar di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Jumat, 24 Juli 2026

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi tempat bagi para siswa untuk belajar, membaca, menambah wawasan, dan merangkai cita-cita. Pada Jumat, 24 Juli 2026, sejumlah siswa dari kelas VII, VIII, dan IX memanfaatkan layanan perpustakaan dengan berbagai kegiatan, mulai dari meminjam dan mengembalikan buku, membaca koleksi bacaan, hingga menggunakan laptop untuk mendukung aktivitas belajar.

Kunjungan mereka memperlihatkan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang untuk mengenal pengetahuan, membangun kebiasaan positif, dan menumbuhkan harapan tentang masa depan.

Membaca dan Belajar untuk Meraih Impian

Rizal, siswa kelas VII D, berkunjung untuk meminjam buku Panduan Pendidikan Antikorupsi. Ia mengungkapkan rasa senangnya saat berada di perpustakaan. Buku yang dipinjamnya menjadi salah satu sarana untuk mengenal nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini.

Sementara itu, Qania Mei Dni, siswa kelas IX C, mengembalikan buku IPA. Ia bercita-cita menjadi ilmuwan karena menurutnya profesi tersebut keren. Semangat yang sama juga terlihat pada Najmi Khairunnisa, siswa kelas IX C, yang membaca buku bahasa Inggris dan mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadi ilmuwan.

Keduanya menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dapat menjadi awal dari sebuah cita-cita. Melalui kegiatan membaca dan belajar, siswa dapat memperluas pengetahuan serta menemukan bidang yang ingin mereka tekuni.

Callysta Zhafira, siswa kelas IX C, memilih membaca buku IPA kelas IX. Ia memiliki keinginan untuk menjadi dokter. Ketertarikannya terhadap bidang kesehatan menjadi pengingat bahwa cita-cita yang besar dapat tumbuh dari kegiatan sederhana, seperti membaca buku pelajaran dan memperdalam pemahaman tentang ilmu pengetahuan.

Di sisi lain, Nazifah Saslsabila, siswa kelas IX C, membaca buku bahasa Inggris. Ia berharap dapat menjadi orang sukses dan membanggakan orang tua. Harapan tersebut mencerminkan semangat banyak pelajar yang menjadikan keluarga sebagai salah satu sumber motivasi untuk terus belajar dan berusaha.

Cita-Cita, Kesuksesan, dan Harapan Masa Depan

Bagi para siswa, kesuksesan memiliki makna yang beragam. Abidzar Al-Fathi, siswa kelas VII E, meminjam buku Tragedi 10 Muharram dan menyampaikan cita-citanya untuk meraih kesuksesan. Ketika kembali ke perpustakaan untuk mengembalikan buku, ia juga mengungkapkan keinginannya menjadi pilot.

Cita-cita menjadi pilot menggambarkan harapan untuk menjelajahi dunia dan menekuni profesi yang membutuhkan kedisiplinan, pengetahuan, serta tanggung jawab. Semoga keinginan tersebut menjadi motivasi bagi Abidzar untuk terus belajar dan mempersiapkan diri.

FindI, siswa kelas IX D, meminjam dua buku dan mengungkapkan keinginannya menjadi orang kaya. Harapan tersebut dapat menjadi titik awal untuk mengenal pentingnya kerja keras, kemampuan mengelola keuangan, kreativitas, dan sikap bertanggung jawab dalam mencapai kehidupan yang lebih baik.

Dery Al-Biruni Novian, siswa kelas VIII F, menggunakan laptop di perpustakaan dan menyampaikan harapannya untuk menjadi orang sukses. Melalui pemanfaatan teknologi untuk kegiatan belajar, siswa memiliki kesempatan untuk mencari informasi, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Virzi, siswa kelas VIII A, juga menggunakan laptop. Ia memiliki cita-cita menjadi CEO dan bos muda yang dermawan, baik hati, serta rendah hati. Impian tersebut tidak hanya berorientasi pada keberhasilan dalam pekerjaan, tetapi juga menekankan pentingnya karakter dan kepedulian kepada sesama. Kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang mencapai kedudukan tinggi, melainkan juga tentang bagaimana seseorang membawa manfaat bagi orang lain.

Belajar, Berdoa, dan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Selain cita-cita profesi dan kesuksesan, terdapat pula harapan yang berkaitan dengan kehidupan spiritual. Ahza Wildan Al Syatir, siswa kelas VII E, mengembalikan buku Al-Qur'an Hadis. Ia mengungkapkan harapan untuk masuk surga agar dapat mengajak orang tuanya.

Mulyameera, siswa kelas VIII B, meminjam satu buku matematika dan turut menyampaikan harapan tentang masuk surga. Ungkapan tersebut menjadi bagian dari percakapan ringan di perpustakaan yang memperlihatkan bahwa siswa memiliki cara masing-masing dalam mengungkapkan harapan dan keyakinannya.

Di lingkungan madrasah, kegiatan belajar dapat berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak. Pengetahuan, keimanan, dan perilaku baik merupakan bekal penting bagi siswa dalam menapaki masa depan.

Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh dan Berkarya

Beragam kegiatan siswa pada 24 Juli 2026 menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran. Meminjam buku membantu siswa memperoleh bahan bacaan, mengembalikan buku mengajarkan tanggung jawab, membaca memperluas wawasan, dan menggunakan laptop membuka kesempatan untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.

Setiap kunjungan membawa cerita tersendiri. Ada siswa yang ingin menjadi ilmuwan, dokter, pilot, pemimpin perusahaan, dan pribadi yang sukses. Ada pula yang ingin membahagiakan orang tua serta menjadi manusia yang baik. Semua harapan tersebut layak ditumbuhkan melalui kebiasaan belajar, ketekunan, dan pendampingan yang positif.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung berupaya menjadi lingkungan yang mendukung tumbuhnya minat baca, semangat belajar, kreativitas, dan karakter siswa. Dengan memanfaatkan koleksi buku serta fasilitas yang tersedia, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam mengenali potensi dan merancang masa depannya.

Dukungan Pimpinan dan Layanan Perpustakaan

Pelaksanaan layanan perpustakaan berada dalam lingkungan pendidikan MTsN 1 Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah, Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I., dengan Winarno, S.Pd., sebagai Kepala Perpustakaan.

Layanan pemustaka didukung oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. Dukungan layanan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana perpustakaan yang nyaman, tertib, dan mendukung kebutuhan belajar para siswa.

Penutup: Setiap Buku, Selangkah Menuju Cita-Cita

Kunjungan siswa pada Jumat, 24 Juli 2026, menjadi gambaran bahwa cita-cita dapat tumbuh dari berbagai pengalaman sederhana di perpustakaan. Satu buku yang dibaca, satu pengetahuan baru yang ditemukan, dan satu keterampilan yang dipelajari dapat menjadi langkah kecil menuju masa depan yang diimpikan.

Semoga para siswa MTsN 1 Bandar Lampung terus memelihara semangat belajar, menghargai ilmu pengetahuan, berbakti kepada orang tua, dan mengembangkan karakter yang baik. Sebab, masa depan tidak hanya dibangun oleh besarnya cita-cita, tetapi juga oleh usaha nyata yang dilakukan setiap hari.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — tempat membaca, bertumbuh, dan merangkai masa depan.

Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Kamis, 23 Juli 2026

 

Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Kamis, 23 Juli 2026

Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.


Perpustakaan Menjadi Ruang untuk Bermimpi

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menghadirkan cerita menarik tentang semangat belajar, persahabatan, dan cita-cita para murid. Pada Kamis, 23 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas memanfaatkan fasilitas laptop, membaca buku, serta meminjam dan mengembalikan koleksi perpustakaan. Di sela-sela aktivitas tersebut, mereka berbagi impian tentang masa depan yang ingin diraih.

Ada yang bercita-cita menjadi guru, hakim, polisi wanita, anggota TNI, akuntan, hingga CEO muda. Sebagian murid ingin menjadi orang sukses dan kaya, sementara yang lain berharap dapat membahagiakan orang tua, hidup bahagia, atau memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk memperoleh informasi, tetapi juga ruang bagi murid untuk mengenali minat, menyampaikan harapan, dan mulai membayangkan masa depan mereka.

Intan Depi Aalesa dan Semangat Menjadi Orang Sukses

Intan Depi Aalesa, murid kelas 9D, memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan. Ketika ditanya tentang cita-citanya, ia mengungkapkan keinginan untuk menjadi orang sukses.

Harapan serupa juga disampaikan Dery Al-Biruni Novian, murid kelas 8F, yang ingin meraih kesuksesan dalam kehidupannya.

Bagi para murid, kesuksesan dapat memiliki banyak arti. Ada yang membayangkan keberhasilan dalam pekerjaan, ada yang ingin memiliki kehidupan berkecukupan, dan ada pula yang ingin menjadi pribadi yang membanggakan keluarga.

Apa pun bentuk kesuksesan yang diimpikan, semuanya memerlukan proses. Ketekunan belajar, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri merupakan bekal penting untuk melangkah menuju masa depan.

Hanifah Muslimah Veristya: Menjadi Guru PNS

Salah satu cita-cita yang menarik datang dari Hanifah Muslimah Veristya, murid kelas 8A. Saat menggunakan laptop di perpustakaan, ia menyampaikan keinginannya menjadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Hanifah memiliki beberapa alasan di balik impiannya. Ia ingin menjadi orang yang pintar, memperoleh kehidupan yang baik, dan mendapatkan pahala melalui profesinya.

Keinginannya menunjukkan bahwa profesi guru dapat dipandang sebagai jalan untuk mengembangkan ilmu sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain. Seorang guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membimbing murid dan membentuk karakter generasi muda.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, Hanifah dapat mulai membangun kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang mendukung proses tersebut melalui koleksi bacaan dan fasilitas belajar yang tersedia.

Virzi dan Impian Menjadi CEO Muda yang Dermawan

Virzi, murid kelas 8A, kembali menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan kepemimpinan. Ia mengungkapkan keinginan menjadi CEO sekaligus bos muda yang dermawan dan rendah hati.

Dalam catatan kunjungannya, Virzi juga menyebut kegemarannya membaca buku. Ia mengaitkan cita-citanya dengan berbagai keinginan untuk mengembangkan diri dan meraih prestasi.

Impian menjadi pemimpin perusahaan membutuhkan pengetahuan, kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan bekerja sama. Namun, hal yang menarik dari cita-cita Virzi adalah keinginannya untuk tetap dermawan dan rendah hati.

Harapan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari jabatan atau kekayaan, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain dan menggunakan keberhasilannya untuk memberikan manfaat.

Melalui kegiatan membaca dan belajar, murid dapat mulai mengenal kepemimpinan, kewirausahaan, serta nilai-nilai tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai cita-cita.

Alya: Menjadi Hakim yang Adil

Alya, murid kelas 9I, mengembalikan satu buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di perpustakaan. Ia mengungkapkan keinginannya menjadi hakim agar dapat bersikap adil kepada sesama manusia dan masyarakat.

Alya juga menyampaikan keprihatinan terhadap keadaan ketika masyarakat merasa tidak memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum.

Cita-citanya mencerminkan kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan. Profesi hakim menuntut integritas, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan mempertimbangkan perkara berdasarkan hukum dan bukti.

Keinginan Alya dapat menjadi motivasi untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan, memahami aturan, dan membiasakan diri bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui buku dan sumber informasi yang tersedia, perpustakaan dapat membantu murid memperluas pemahaman tentang hukum, hak, kewajiban, dan pentingnya keadilan bagi seluruh masyarakat.

Syahira Azkadina: Mengabdi sebagai Polwan

Dari kelas 8C, Syahira Azkadina mengembalikan satu buku SKI Kelas 7. Ia menyampaikan cita-cita menjadi polisi wanita atau polwan.

Cita-cita tersebut menggambarkan keinginan untuk menekuni profesi yang berkaitan dengan pelayanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Untuk mempersiapkan diri menuju profesi tersebut, seorang murid dapat mulai membangun disiplin, menjaga kesehatan, mengembangkan kemampuan belajar, serta menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab.

Setiap cita-cita membutuhkan persiapan yang sesuai. Kebiasaan baik yang dibangun sejak sekolah dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan yang diinginkan.

Rizki Wildan dan Mimpi Menjadi Polisi

Rizki Wildan, murid kelas 8A, mengungkapkan keinginan menjadi polisi melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol). Ia juga menyebut olahraga, termasuk bermain bola, sebagai bagian dari minatnya.

Sementara itu, murid kelas 8A lainnya, Rizki, juga menyampaikan cita-cita menjadi polisi melalui Akpol. Ia menyukai berbagai aktivitas olahraga, seperti bermain sepak bola, basket, dan voli.

Kisah mereka memperlihatkan bahwa cita-cita dapat berjalan berdampingan dengan hobi. Kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk belajar tentang kerja sama, disiplin, sportivitas, dan ketekunan.

Walaupun minat setiap murid berbeda, kebiasaan positif dalam belajar dan beraktivitas dapat membantu mereka membangun karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.

M. Sarfaraz Zaidan dan Cita-Cita Menjadi TNI

M. Sarfaraz Zaidan, murid kelas 8A, menyampaikan keinginannya untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Cita-cita tersebut berkaitan dengan profesi yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan fisik, dan komitmen terhadap tugas.

Persiapan menuju masa depan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Mematuhi aturan, menjaga kebugaran, tekun belajar, serta membiasakan diri menyelesaikan tanggung jawab merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekolah.

Perpustakaan pun memiliki peran dalam mendukung proses belajar dengan menyediakan sumber informasi yang membantu murid memperluas pengetahuan dan memahami berbagai pilihan profesi.

Nezhira Fattiya Harahap: Menjadi Akuntan yang Sukses

Nezhira Fattiya Harahap, murid kelas 9D, meminjam tiga buku IPA. Dalam catatan kunjungannya, ia mengungkapkan cita-cita untuk menekuni bidang akuntansi melalui jalur pendidikan kedinasan dan menjadi pribadi yang sukses di dunia maupun akhirat.

Impian Nezhira menunjukkan adanya ketertarikan terhadap masa depan yang menggabungkan pencapaian profesional dengan nilai-nilai kehidupan.

Bidang akuntansi membutuhkan ketelitian, kemampuan berhitung, pemahaman pengelolaan keuangan, serta kejujuran. Kebiasaan belajar dan membaca dapat membantu murid mengenal dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menekuni bidang tersebut.

Keinginan untuk meraih keberhasilan dunia dan akhirat juga menjadi pengingat bahwa pencapaian profesional dapat diiringi upaya menjaga integritas dan berbuat baik kepada sesama.

Traveling, Bisnis, dan Kebersamaan Bersama Teman

Cita-cita dan harapan para murid tidak hanya berkaitan dengan profesi. Ada pula yang membayangkan pengalaman hidup, perjalanan, dan kebersamaan bersama teman.

Callysta, Nisa, Noza, dan Afika, murid kelas 9C, berkunjung untuk meminjam tujuh buku IPA. Dalam catatan kunjungan mereka, muncul beragam harapan, termasuk ketertarikan pada dunia bisnis perempuan, perjalanan atau traveling, dan keinginan menghabiskan waktu bersama teman.

Sementara itu, Sazqia dan teman-temannya, murid kelas 9C, menyampaikan keinginan untuk melakukan perjalanan atau traveling.

Keinginan menjelajahi tempat baru dapat menjadi dorongan untuk mengenal budaya, lingkungan, dan pengalaman yang berbeda. Perjalanan juga dapat memperluas wawasan apabila disertai sikap terbuka dan kemauan untuk belajar.

Di sisi lain, ketertarikan terhadap dunia bisnis menunjukkan bahwa para murid mulai memikirkan berbagai kemungkinan untuk mengembangkan diri. Minat tersebut dapat terus dieksplorasi melalui bacaan, pengalaman, dan pembelajaran yang sesuai.

Kesya Tsanny Justicia: Sukses, Kaya, dan Masuk Surga

Kesya Tsanny Justicia, murid kelas 9D, menggunakan laptop di perpustakaan. Ia mengungkapkan cita-cita menjadi orang kaya, menjadi CEO dengan penghasilan besar, dan masuk surga.

Ungkapan Kesya memperlihatkan perpaduan antara harapan memperoleh keberhasilan material dan keinginan mencapai kehidupan yang baik secara spiritual.

Kesuksesan finansial dapat menjadi salah satu tujuan hidup, tetapi proses mencapainya juga perlu diiringi sikap jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain.

Sementara itu, harapan untuk memperoleh kebaikan di akhirat mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan belajar dan mengembangkan diri, murid dapat mempersiapkan masa depan tanpa melupakan pentingnya karakter dan kebaikan.

Muly dan Andrea: Harapan untuk Kehidupan yang Baik

Muly, murid kelas 8B, meminjam satu buku Matematika dan mengembalikannya dalam kunjungan lainnya. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan harapan untuk masuk surga, yang dikaitkannya dengan pesan dari Pak Daris.

Sementara itu, Andrea, murid kelas 8A, juga mengungkapkan harapan serupa.

Kedua cerita tersebut memperlihatkan bahwa di antara berbagai impian mengenai profesi dan kesuksesan, para murid juga memikirkan nilai-nilai kehidupan yang mereka anggap penting.

Lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk membiasakan perilaku baik, menghormati orang lain, menjaga kejujuran, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.

Membaca, Belajar, dan Mengembangkan Potensi

Aktivitas perpustakaan pada 23 Juli 2026 memperlihatkan beragam cara murid memanfaatkan layanan yang tersedia. Ada yang menggunakan laptop untuk kegiatan belajar, ada yang membaca buku, serta ada yang meminjam dan mengembalikan koleksi IPA, IPS, Matematika, dan SKI.

Raden Ayu Intan, murid kelas 9D, tercatat meminjam dan mengembalikan buku IPA. Sementara itu, Aisyah Izzah Athirah, murid kelas 9D, membaca buku IPA Terpadu kelas 9.

Di sela-sela kegiatan tersebut, para murid menyampaikan harapan yang beragam, mulai dari menjadi pemimpin perusahaan, guru, hakim, polwan, anggota TNI, hingga akuntan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan pengelolaan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung terus menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi dan pengembangan potensi murid.

Layanan pemustaka yang dilaksanakan oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan untuk menunjang kegiatan belajar.

Setiap buku yang dibaca dapat membuka wawasan baru. Setiap informasi yang ditemukan dapat membantu murid memahami dunia dengan lebih luas. Dan setiap cita-cita yang disampaikan dapat menjadi awal untuk menyusun langkah menuju masa depan.

Menumbuhkan Mimpi, Menyiapkan Masa Depan

Cerita para murid pada Kamis, 23 Juli 2026, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara sendiri dalam membayangkan masa depannya. Ada yang ingin sukses dan kaya, ada yang ingin menegakkan keadilan, ada yang ingin mengabdi kepada masyarakat, dan ada pula yang ingin menjadi pemimpin yang dermawan serta rendah hati.

Di balik setiap impian, terdapat harapan yang patut dihargai. Namun, cita-cita tidak cukup hanya diucapkan. Diperlukan usaha, ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung hadir sebagai salah satu tempat bagi para murid untuk memulai perjalanan tersebut. Melalui buku, fasilitas teknologi, dan kegiatan literasi, mereka dapat memperluas pengetahuan serta mengenali potensi yang dimiliki.

Sebab, masa depan yang baik dapat berawal dari kebiasaan sederhana hari ini: membaca, belajar, menghargai orang lain, dan berani bermimpi.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Membaca Hari Ini, Merangkai Kesuksesan Esok Hari.

Hapus nomor telepon dari narasiTambahkan semua nama yang tercatat

Merangkai Cita-Cita dan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Rabu, 22 Juli 2026

 

Merangkai Cita-Cita dan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Rabu, 22 Juli 2026

Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.


Perpustakaan, Tempat Menumbuhkan Mimpi

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi ruang belajar yang dipenuhi semangat dan harapan. Pada Rabu, 22 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas berkunjung untuk membaca buku, menggunakan fasilitas laptop, serta meminjam dan mengembalikan koleksi perpustakaan. Di sela-sela kegiatan tersebut, mereka berbagi cerita tentang cita-cita, harapan, dan gambaran masa depan yang ingin diwujudkan.

Beragam impian muncul dari percakapan para murid. Ada yang ingin menjadi dokter demi membahagiakan orang tua, hakim yang adil bagi semua orang, guru yang berbagi ilmu, hingga pemimpin perusahaan yang sukses, dermawan, dan rendah hati. Ada pula yang bercita-cita menjadi insinyur, pengusaha, dan koki karena tertarik pada bidang yang mereka sukai.

Setiap ungkapan memperlihatkan bahwa cita-cita tumbuh dari alasan yang berbeda. Ada yang terinspirasi oleh keluarga, ada yang ingin membantu masyarakat, dan ada pula yang ingin mengembangkan bakat serta meraih kehidupan yang bahagia.

Dokter: Merawat Sesama dan Membahagiakan Orang Tua

Salah satu murid yang mengungkapkan cita-citanya adalah Devi Aurora Callista R., murid kelas 9D. Saat menggunakan fasilitas laptop di perpustakaan, ia menyampaikan keinginan menjadi dokter agar dapat membanggakan orang tuanya.

Bagi Devi, cita-cita menjadi dokter bukan hanya tentang memilih profesi, tetapi juga berkaitan dengan harapan untuk memberikan kebanggaan kepada keluarga. Keinginan tersebut menjadi pengingat bahwa dukungan dan kasih sayang orang tua sering kali menjadi sumber motivasi bagi murid untuk terus belajar dan berusaha.

Sementara itu, Nazifah Salsabila, murid kelas 9C, mengungkapkan impian menjadi dokter di Jerman. Ia ingin mengobati orang yang sakit sekaligus memiliki kesempatan pergi ke negara tersebut.

Impian Nazifah memperlihatkan perpaduan antara keinginan menolong sesama dan ketertarikan untuk meraih pengalaman di luar negeri. Untuk mewujudkannya, penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan bahasa, kedisiplinan, dan ketekunan belajar dapat menjadi bekal penting.

Kedua cerita ini menunjukkan bahwa cita-cita di bidang kesehatan dapat berawal dari keinginan sederhana: membanggakan keluarga dan membantu orang yang membutuhkan pertolongan.

Hakim yang Adil bagi Semua Manusia

Alya, murid kelas 9I, berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam satu buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam catatan kunjungannya, ia mengungkapkan cita-cita menjadi hakim karena ingin bersikap adil kepada rakyat dan semua manusia.

Pernyataan Alya menunjukkan kepedulian terhadap nilai keadilan. Profesi hakim menuntut integritas, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan mempertimbangkan perkara berdasarkan hukum dan bukti.

Ketertarikannya pada profesi tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempelajari ilmu pengetahuan, memahami aturan, dan membiasakan diri bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Perpustakaan menyediakan kesempatan bagi murid untuk memperluas wawasan melalui berbagai bahan bacaan. Pengetahuan yang diperoleh dapat membantu mereka memahami pentingnya keadilan, hak, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Guru: Berbagi Ilmu dan Memberi Manfaat

Dari kelas 9B, Ratu memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan dan menyampaikan keinginannya menjadi guru karena ingin berbagi ilmu.

Cita-cita tersebut mencerminkan pemahaman bahwa pengetahuan akan semakin bermakna ketika dapat dibagikan kepada orang lain. Guru bukan hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga membantu murid mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Keinginan Ratu menjadi guru sejalan dengan peran perpustakaan sebagai tempat memperoleh dan mengembangkan pengetahuan. Melalui kebiasaan membaca dan belajar, murid dapat membangun dasar yang kuat untuk berbagai profesi, termasuk profesi pendidik.

CEO Muda: Sukses, Dermawan, dan Rendah Hati

Virzi, murid kelas 8A, kembali menunjukkan ketertarikannya pada dunia kepemimpinan dan bisnis. Saat membaca buku Bahasa Indonesia dan memanfaatkan fasilitas laptop, ia mengungkapkan keinginan menjadi CEO muda sekaligus bos muda.

Dalam catatan kunjungannya, Virzi juga menyampaikan harapan menjadi pemimpin perusahaan yang dermawan dan rendah hati.

Impian tersebut memperlihatkan bahwa kesuksesan yang dibayangkan seorang murid tidak selalu berhenti pada jabatan atau penghasilan. Ada pula harapan untuk memiliki sikap yang baik dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

Menjadi pemimpin perusahaan membutuhkan kemampuan berkomunikasi, mengambil keputusan, mengelola sumber daya, dan bekerja sama dengan banyak orang. Sikap rendah hati dan kepedulian juga penting agar keberhasilan dapat diiringi tanggung jawab sosial.

Melalui bacaan dan kegiatan belajar, Virzi dapat mulai mengenal dunia bisnis serta mengembangkan wawasan yang kelak berguna untuk mewujudkan cita-citanya.

Insinyur, Pengusaha, dan Koki: Mengikuti Minat dan Bakat

Dunia teknik, kewirausahaan, dan kuliner turut mewarnai cerita cita-cita para murid kelas 9C.

Najmi Khairunnisa, yang berkunjung untuk membaca buku Bahasa Inggris, mengungkapkan impian menjadi engineer girl atau insinyur perempuan. Ia menganggap profesi tersebut menarik, keren, dan menyenangkan.

Cita-cita Najmi menunjukkan ketertarikan pada bidang teknik yang membutuhkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan pemahaman ilmu pengetahuan. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan berkontribusi dalam bidang teknik maupun teknologi.

Sementara itu, Callysta Zhafira menyampaikan keinginan menjadi businesswoman atau pengusaha perempuan karena menganggap profesi tersebut menarik dan menawarkan peluang untuk meraih keberhasilan.

Dunia usaha dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, membangun kemandirian, dan menciptakan peluang bagi orang lain. Untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan pengetahuan, kemampuan mengelola usaha, kejujuran, serta kemauan untuk terus belajar.

Berbeda dengan keduanya, Qania Mei Dani, murid kelas 9C, bercita-cita menjadi koki karena menyukai kegiatan memasak bersama ibunya.

Kisah Qania menunjukkan bahwa minat dan bakat dapat tumbuh dari pengalaman sederhana di rumah. Kegiatan memasak bersama keluarga dapat menjadi awal untuk mengenal berbagai bahan makanan, mempelajari teknik memasak, dan mengembangkan kreativitas dalam membuat hidangan.

Ketiga cerita tersebut mengingatkan bahwa cita-cita dapat tumbuh dari berbagai sumber, mulai dari ketertarikan terhadap ilmu pengetahuan hingga pengalaman bersama keluarga.

Kesuksesan dan Kebahagiaan Bersama Orang Tua

Raden Ayu Intan, murid kelas 9D, menggunakan laptop di perpustakaan dan menyampaikan keinginan menjadi orang sukses agar dapat membahagiakan orang tuanya.

Harapan Intan memperlihatkan bahwa bagi seorang murid, kesuksesan memiliki makna emosional yang mendalam. Keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang keinginan membalas kasih sayang dan membuat keluarga merasa bangga.

Sementara itu, Dery Al-Biruni Novian, murid kelas 8F, menyampaikan cita-cita menjadi orang sukses. Intan, yang juga tercatat menggunakan fasilitas laptop, mengungkapkan harapan serupa.

Meski disampaikan secara singkat, ungkapan tersebut menggambarkan semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Setiap murid memiliki kesempatan untuk menentukan arti kesuksesan bagi dirinya sendiri dan berusaha mencapainya melalui pendidikan, kerja keras, serta sikap bertanggung jawab.

Dari kelas 7A, Wira Nuzula Arya Thoriq menyampaikan keinginan untuk hidup bahagia. Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa kebahagiaan juga merupakan bagian penting dari kehidupan yang ingin dibangun para murid.

Kesuksesan dan kebahagiaan dapat berjalan beriringan ketika seseorang mampu menghargai proses, menjaga hubungan baik dengan keluarga, dan mensyukuri setiap langkah perkembangannya.

Harapan Baik dan Pelajaran tentang Kehidupan

Kunjungan murid kelas 8B juga menghadirkan cerita yang berbeda. Beauty, Nayla, Muly, dan Rafa meminjam satu kamus Bahasa Arab. Dalam catatan kunjungan, mereka menyampaikan keinginan masuk surga, yang mereka kaitkan dengan pesan dari Pak Daris.

Harapan tersebut menjadi bagian dari percakapan mereka tentang kehidupan dan tujuan yang ingin dicapai. Di lingkungan pendidikan, percakapan semacam ini dapat menjadi kesempatan untuk membahas pentingnya perilaku baik, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan mereka juga menunjukkan bahwa perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca buku pelajaran, tetapi turut menjadi tempat berlangsungnya interaksi dan pertukaran gagasan di antara murid.

Perpustakaan sebagai Ruang Belajar dan Inspirasi

Berbagai kegiatan pada 22 Juli 2026 menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar murid. Ada yang membaca buku Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS, ada yang meminjam kamus Bahasa Arab, serta ada pula yang menggunakan laptop untuk menunjang kegiatan mereka.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan pengelolaan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung menjadi salah satu ruang pendidikan yang mendukung budaya literasi dan pengembangan potensi murid.

Layanan pemustaka yang dilaksanakan oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan untuk kegiatan belajar.

Setiap buku yang dibaca dapat menambah pengetahuan. Setiap informasi yang ditemukan dapat membuka perspektif baru. Bahkan, setiap percakapan tentang cita-cita dapat menjadi awal bagi murid untuk mengenali minat dan merencanakan masa depan.

Menyemai Harapan, Menyiapkan Masa Depan

Cerita para murid pada Rabu, 22 Juli 2026, memperlihatkan betapa beragamnya harapan generasi muda. Ada yang ingin menjadi dokter demi membanggakan orang tua, hakim yang adil, guru yang berbagi ilmu, insinyur yang kreatif, pengusaha yang mandiri, koki yang menekuni bakatnya, hingga CEO muda yang dermawan dan rendah hati.

Di balik setiap impian, terdapat alasan yang layak dihargai. Sebagian ingin menolong sesama, sebagian ingin membahagiakan keluarga, dan sebagian lainnya ingin menjalani kehidupan yang sukses serta bahagia.

Cita-cita tidak harus langsung terwujud hari ini. Semuanya dapat dimulai dari langkah kecil: rajin membaca, tekun belajar, berani mencoba, menjaga kejujuran, dan terus mengembangkan kemampuan.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung hadir sebagai ruang yang membantu murid menumbuhkan kebiasaan tersebut. Di antara rak buku, koleksi bacaan, dan fasilitas teknologi, para murid dapat menemukan pengetahuan serta inspirasi untuk menyusun langkah menuju masa depan.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Tempat Menumbuhkan Harapan, Mengembangkan Potensi, dan Merangkai Cita-Cita.

Merangkai Mimpi dan Menemukan Arti Kesuksesan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Selasa, 21 Juli 2026

 

Merangkai Mimpi dan Menemukan Arti Kesuksesan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Selasa, 21 Juli 2026

Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.


Perpustakaan, Ruang Tumbuhnya Beragam Impian

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi tempat bagi para murid untuk belajar, membaca, memanfaatkan teknologi, dan mengungkapkan harapan tentang masa depan. Pada Selasa, 21 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas memanfaatkan layanan perpustakaan untuk menggunakan laptop, membaca buku, serta meminjam dan mengembalikan koleksi.

Di sela-sela aktivitas tersebut, muncul beragam cita-cita yang menarik. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, ilmuwan, pengusaha, koki, aktor, hingga ahli forensik. Sebagian murid mengungkapkan keinginan menjadi orang sukses dan memiliki banyak uang, sementara yang lain berharap dapat hidup bahagia, tenang, dan bermanfaat bagi sesama.

Beragam jawaban itu menunjukkan bahwa setiap murid mempunyai pandangan tersendiri tentang kesuksesan. Bagi sebagian orang, sukses berarti memiliki pekerjaan yang diimpikan. Bagi yang lain, kesuksesan adalah kesempatan untuk berbagi ilmu, mengembangkan bakat, atau menjalani kehidupan yang bahagia.

Sukses, Kaya, dan Menjadi Pribadi yang Berguna

Di antara murid yang memanfaatkan fasilitas laptop, Devi Aurora Callista R., murid kelas 9D, mengungkapkan keinginannya menjadi orang yang sukses, memiliki banyak uang, dan berguna bagi orang lain. Dalam kunjungannya, Devi juga tercatat melakukan peminjaman dan pengembalian buku Pendidikan Antikorupsi.

Senada dengan Devi, Alesha, murid kelas 9D, menyampaikan bahwa yang terpenting baginya adalah kesuksesan. Sementara itu, Dery Al-Biruni Novian, murid kelas 8F, berulang kali mengungkapkan keinginan untuk menjadi orang sukses.

Dari kelas 8D, M. Zanaya Kenzi Nawawi menyampaikan keinginan menjadi orang kaya agar dapat hidup nyaman. Adapun Raden Ayu Intan, murid kelas 9D, mengungkapkan harapan menjadi orang sukses, berguna, dan memiliki banyak uang.

Ungkapan para murid tersebut memperlihatkan bahwa kesejahteraan menjadi salah satu gambaran masa depan yang mereka inginkan. Namun, kesuksesan juga dapat dimaknai lebih luas daripada sekadar kekayaan. Kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama merupakan nilai-nilai penting yang dapat mengiringi perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik.

Guru dan Ilmuwan: Mengembangkan Ilmu untuk Masa Depan

Cita-cita di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan juga hadir dalam cerita kunjungan hari itu.

Amelia, murid kelas 7K, memanfaatkan fasilitas laptop dan mengungkapkan keinginannya menjadi guru. Ia berharap dapat memberikan ilmu tentang kemanusiaan dan bangsa Indonesia. Harapan tersebut menggambarkan keinginan untuk berkontribusi dalam pendidikan serta membantu generasi muda memperoleh pengetahuan.

Sementara itu, Siti Wulan Nofita Sari, murid kelas 7 yang tercatat dalam data kunjungan, menyampaikan cita-cita menjadi ilmuwan. Profesi ilmuwan berkaitan dengan rasa ingin tahu, kegiatan penelitian, dan usaha menemukan pengetahuan baru untuk menjawab berbagai persoalan.

Kedua cita-cita tersebut mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran penting dalam membangun masa depan. Guru membantu menyebarkan pengetahuan, sedangkan ilmuwan mengembangkan pemahaman melalui penelitian dan penemuan.

Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang dapat mendukung perjalanan tersebut melalui buku, sumber informasi, dan fasilitas belajar yang tersedia.

Dokter dan Ahli Forensik: Ketertarikan pada Kesehatan dan Hukum

Fila, murid kelas 8I, berkunjung untuk meminjam satu eksemplar buku Panduan Pendidikan Antikorupsi. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan cita-cita menjadi dokter.

Keinginan tersebut membuka gambaran tentang ketertarikan murid terhadap profesi yang berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk mencapai cita-cita itu, diperlukan kemauan belajar, ketekunan, dan kepedulian terhadap orang lain.

Sementara itu, Khanza Zhafira Nafisah, murid kelas 9I, mengungkapkan keinginan menjadi ahli forensik. Ia tertarik meneliti mayat dan juga menyukai bidang hukum.

Ketertarikan Khanza memperlihatkan bahwa minat terhadap ilmu pengetahuan dapat berpadu dengan ketertarikan pada penegakan hukum. Bidang forensik membutuhkan ketelitian, pemikiran ilmiah, dan kemampuan menganalisis bukti untuk membantu proses penyelidikan.

Kisah Fila dan Khanza menunjukkan bahwa murid dapat mulai mengenali bidang yang menarik perhatian mereka sejak bangku madrasah. Dengan belajar secara konsisten dan memperluas wawasan, ketertarikan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menentukan arah pendidikan pada masa mendatang.

Pengusaha dan CEO Muda: Membangun Kesuksesan

Dunia kewirausahaan juga menjadi salah satu sumber inspirasi bagi para murid.

Kaisah Bilqis Bazilah, murid kelas 9D, meminjam dua eksemplar buku PAK dan mengungkapkan keinginannya menjadi pengusaha sukses. Baginya, keberhasilan menjadi hal yang penting dalam menentukan masa depan.

Afka Putri Hendria, murid kelas 9D, menyampaikan keinginan menjadi pengusaha agar dapat meraih kesuksesan, memiliki banyak uang, dan menjalankan profesi yang dibutuhkan banyak orang.

Sementara itu, Virzi, murid kelas 8A, memanfaatkan laptop di perpustakaan dan mengungkapkan cita-cita menjadi CEO muda sekaligus bos muda. Keinginannya menggambarkan ketertarikan pada dunia kepemimpinan dan pengelolaan perusahaan.

Menjadi pengusaha atau pemimpin perusahaan membutuhkan lebih dari sekadar keinginan memperoleh penghasilan. Kemampuan mengelola usaha, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan menjaga kepercayaan merupakan bekal penting yang perlu dikembangkan.

Melalui kegiatan membaca dan belajar, para murid dapat mulai mengenal dunia usaha serta memahami bahwa kesuksesan yang berkelanjutan perlu dibangun dengan kreativitas, kejujuran, dan tanggung jawab.

Koki dan Aktor: Mengembangkan Bakat dan Kreativitas

Cita-cita yang muncul di perpustakaan tidak hanya berkaitan dengan bidang akademik dan bisnis, tetapi juga dunia kreatif.

Zifa, Najmi, Callysta, dan Qania, murid kelas 9C, mengungkapkan keinginan menjadi koki karena merasa memiliki bakat dalam memasak dan membuat kue atau baking. Minat tersebut dapat menjadi awal untuk mengembangkan keterampilan kuliner, kreativitas, dan kemampuan menghasilkan karya yang dapat dinikmati orang lain.

Sementara itu, Nazifah Salsabila, murid kelas 9C, menyampaikan keinginannya menjadi aktor karena menganggap profesi tersebut menarik dan keren. Dunia seni peran memberikan ruang bagi seseorang untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, serta menyampaikan cerita kepada masyarakat.

Di sisi lain, Call ysta Nisa Cantik, murid kelas 9C, mengungkapkan keinginan menjadi orang sukses ketika membaca buku Bahasa Inggris di perpustakaan. Kegiatan membaca tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan yang dapat mendukung berbagai pilihan masa depan.

Cerita para murid ini menunjukkan bahwa bakat dan minat dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan kesempatan belajar. Perpustakaan dapat menjadi tempat untuk mencari inspirasi, mengenal berbagai profesi, dan menemukan informasi yang membantu mereka mengembangkan kemampuan.

Hidup Bahagia dan Tenang: Kesuksesan Menurut Diri Sendiri

Di antara berbagai cita-cita yang disampaikan, terdapat pula harapan tentang kehidupan yang damai dan membahagiakan.

Wira Nuzula Arya Thoriq, murid kelas 7A, mengungkapkan keinginan untuk hidup bahagia dan sukses. Pernyataannya menggambarkan harapan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: menjalani hidup dengan baik dan merasakan kebahagiaan.

Sementara itu, Syita, murid kelas 8I, mengembalikan satu eksemplar buku Hi Berlin. Ia menyampaikan bahwa pilihan profesinya masih dapat berubah. Namun, ia sudah memiliki gambaran tentang kehidupan yang diinginkan, yaitu hidup tenang dan tidak merasa selalu terburu-buru.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa menentukan masa depan merupakan proses yang dapat berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan. Murid tidak harus mengetahui seluruh jawaban sejak dini. Mereka dapat terus belajar, mengenali diri sendiri, dan mempertimbangkan berbagai pilihan yang sesuai dengan minat serta kemampuan.

Adapun Farhan, murid kelas 9D, memilih untuk merahasiakan cita-citanya ketika berkunjung untuk meminjam tiga eksemplar buku bertema antikorupsi. Sikap tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap murid memiliki cara berbeda dalam menyampaikan harapan dan impiannya.

Buku dan Laptop sebagai Teman Belajar

Berbagai aktivitas pada 21 Juli 2026 memperlihatkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang yang mendukung kegiatan belajar dan eksplorasi minat.

Sebagian murid membaca buku Bahasa Inggris, sebagian lainnya meminjam atau mengembalikan koleksi pendidikan antikorupsi, dan banyak pula yang memanfaatkan laptop untuk kegiatan mereka. Setiap layanan memberikan kesempatan bagi murid untuk memperoleh informasi dan mengembangkan wawasan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendorong tumbuhnya budaya literasi.

Pelaksanaan layanan pemustaka oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan bagi para murid.

Setiap kunjungan menjadi kesempatan untuk belajar, setiap buku membuka peluang memperoleh pengetahuan, dan setiap percakapan tentang cita-cita menjadi pengingat bahwa masa depan dapat dipersiapkan sejak sekarang.

Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Harapan

Dari dokter hingga guru, dari ilmuwan hingga ahli forensik, dari pengusaha hingga koki dan aktor, para murid memiliki impian yang beragam. Ada yang ingin sukses secara finansial, ada yang ingin mengembangkan bakat, dan ada pula yang mendambakan kehidupan yang tenang serta bahagia.

Tidak ada satu bentuk kesuksesan yang harus berlaku bagi semua orang. Setiap murid memiliki perjalanan, potensi, dan harapan masing-masing. Hal yang terpenting adalah terus belajar, berusaha dengan tekun, menjaga kejujuran, serta menghargai orang lain dalam setiap langkah.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung hadir sebagai salah satu ruang untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut. Melalui buku, teknologi, dan lingkungan belajar, para murid dapat memperluas wawasan serta mulai merangkai langkah menuju masa depan yang mereka impikan.

Sebab, cita-cita yang besar sering kali berawal dari sebuah harapan sederhana. Dengan ilmu, ketekunan, dan karakter yang baik, harapan itu dapat tumbuh menjadi tujuan yang bermakna.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Membuka Wawasan, Mengembangkan Potensi, dan Merangkai Masa Depan.

Perbaiki salah ketik nama muridSamakan istilah murid dan siswa

Merangkai Cita-Cita di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung Senin, 20 Juli 2026

 

Merangkai Cita-Cita di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung

Senin, 20 Juli 2026

Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.


Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi ruang yang penuh cerita. Pada Senin, 20 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas datang untuk membaca buku, meminjam dan mengembalikan koleksi, serta memanfaatkan fasilitas laptop. Di sela-sela kegiatan tersebut, muncul beragam ungkapan tentang cita-cita, mulai dari menjadi dokter, diplomat, hakim, jaksa, guru, hingga pengusaha sukses dan CEO muda.

Setiap murid memiliki impian yang berbeda. Ada yang ingin memperoleh kesuksesan finansial, ada yang ingin membantu sesama, dan ada pula yang ingin menegakkan keadilan. Semua cerita itu menjadi warna tersendiri dalam kehidupan literasi di perpustakaan.

Raden Ayu Intan dan Impian Menjadi Penjahit

Salah satu murid yang cukup aktif berkunjung adalah Raden Ayu Intan, murid kelas 9D. Ia datang untuk membaca buku Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Ia juga beberapa kali memanfaatkan fasilitas laptop untuk mendukung kegiatannya.

Ketika mengungkapkan cita-citanya, Intan menyebut ingin menjadi penjahit. Dengan gaya bercanda yang khas remaja, ia mengatakan ingin menjahit bet kelas agar terlihat rapi. Pada kesempatan lain, ia melontarkan gurauan ingin menjahit mulut orang-orang yang dianggap terlalu banyak berkomentar.

Di balik candaan tersebut, tersimpan gambaran tentang seorang murid yang memiliki cara unik dalam mengekspresikan keinginannya. Dunia menjahit sendiri merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi profesi kreatif dan peluang usaha apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.

Intan juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadi orang kaya dan miliarder. Ia bahkan menyebut ingin memiliki iPhone 17. Namun, salah satu pernyataannya menunjukkan sisi yang lebih bermakna: ia ingin memiliki banyak uang agar dapat berbagi dengan anak-anak di panti asuhan.

Keinginan berbagi tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukan hanya tentang apa yang dapat dibeli, tetapi juga tentang manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Dokter, Guru, dan Pengabdian kepada Sesama

Dari kelas 8D, Devi Aurora Callista R. memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan. Ia menyampaikan keinginan menjadi dokter karena ingin membantu orang lain. Baginya, profesi dokter bukan hanya pekerjaan, melainkan kesempatan untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam catatan kunjungan lainnya, Devi juga mengungkapkan keinginan untuk menjadi seseorang yang sukses dan memiliki banyak uang. Kedua ungkapan tersebut memperlihatkan sisi cita-cita yang berbeda: keinginan untuk mencapai kesejahteraan sekaligus harapan untuk memiliki masa depan yang baik.

Sementara itu, Aisyah Izzah Athirah, murid kelas 9D, menyampaikan keinginannya menjadi guru SMP. Profesi guru memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda, menyampaikan ilmu pengetahuan, dan membantu murid mengembangkan potensi mereka.

Ketiga cerita ini menunjukkan bahwa profesi di bidang pelayanan dan pendidikan tetap menjadi bagian dari impian murid. Melalui belajar dan membaca, mereka dapat mulai mengenali kemampuan serta mempersiapkan diri untuk mencapai cita-cita tersebut.

Diplomat, Hakim, dan Jaksa: Cita-Cita Menegakkan Keadilan

Di antara kunjungan yang tercatat, terdapat murid kelas 8C yang mengembalikan buku PAK 7 nomor 2. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan cita-cita ingin menjadi diplomat.

Profesi diplomat berkaitan dengan hubungan antarnegara, komunikasi internasional, dan upaya menjaga kerja sama serta perdamaian. Cita-cita tersebut membuka gambaran bahwa murid dapat memiliki minat terhadap dunia diplomasi dan hubungan internasional sejak usia sekolah.

Dari kelas 7D, Anindya Farras Khairani datang untuk mengembalikan buku Panduan Pendidikan Antikorupsi nomor 1. Ia mengungkapkan keinginan menjadi hakim karena ingin menegakkan keadilan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian membela kebenaran. Melalui bacaan tentang pendidikan antikorupsi, murid dapat belajar bahwa keadilan perlu dijaga melalui sikap yang berintegritas.

Sementara itu, M. Fathir Athallah, murid kelas 8C, mengembalikan buku PAK nomor 1 dan menyampaikan cita-cita ingin menjadi jaksa. Profesi jaksa berkaitan dengan penegakan hukum dan proses peradilan. Impian tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempelajari hukum, memahami tanggung jawab, dan membangun karakter yang jujur.

Masih dari kelas 9C, Nigela Sativa meminjam buku Pendidikan Antikorupsi nomor 4. Ia menyampaikan cita-cita menjadi dokter sekaligus penghafal Al-Qur'an. Ia ingin membantu orang yang sedang sakit dan berharap memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.

Impian Nigela memadukan keinginan untuk mengabdi kepada sesama dengan tekad mengembangkan kemampuan spiritual. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang dapat membantunya memperoleh pengetahuan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Pengusaha Sukses dan CEO Muda

Keinginan untuk meraih kesuksesan di dunia usaha juga muncul dalam catatan kunjungan hari itu.

Fahreza Arkananta Demetria, murid kelas 9C, mengembalikan buku Pendidikan Antikorupsi Kelas 8 nomor 2. Ia mengungkapkan keinginan menjadi pengusaha batu bara karena tertarik pada peluang ekonomi dari bidang tersebut.

Dari kelas 8E, Bintang Arkananta Ramadhan mengembalikan buku Bahasa Arab Kelas VIII nomor 1. Ia menyampaikan cita-cita menjadi pengusaha sukses dan memiliki banyak uang.

Sementara itu, Virzi, murid kelas 8A, kembali memanfaatkan perpustakaan untuk membaca buku Bahasa Indonesia kelas 7 dan menggunakan laptop. Ia menyampaikan keinginan menjadi CEO muda, yakni pemimpin perusahaan yang sukses dan dermawan.

Bagi Virzi, menjadi bos muda bukan hanya soal memimpin perusahaan, tetapi juga tentang membangun masa depan dan memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan. Cita-cita tersebut dapat menjadi pendorong untuk mempelajari kepemimpinan, komunikasi, kewirausahaan, serta pengelolaan keuangan sejak dini.

Kisah para murid ini memperlihatkan bahwa keinginan menjadi pengusaha atau pemimpin perusahaan dapat diarahkan pada tujuan yang lebih luas. Kesuksesan yang baik tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Seniman dan Kebahagiaan Bersama Keluarga

Cita-cita tidak selalu berkaitan dengan profesi di bidang hukum, kesehatan, atau bisnis. Ada pula murid yang tertarik pada dunia seni.

Jessica B., murid kelas 8H, datang untuk meminjam buku Panduan Pendidikan Antikorupsi nomor 2. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan satu kata yang menggambarkan impiannya: artist atau seniman.

Keinginan menjadi seniman menunjukkan bahwa kreativitas juga memiliki tempat dalam perjalanan pendidikan. Melalui seni, seseorang dapat mengekspresikan gagasan, menyampaikan pesan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Zifa, Callysta, Qania, dan Nisa, murid kelas 9C, menggunakan fasilitas laptop bersama. Mereka menyampaikan keinginan untuk menjadi sukses karena ingin bahagia bersama orang tua.

Ungkapan mereka yang penuh semangat menggambarkan bahwa di balik cita-cita besar, terdapat harapan sederhana yang sangat berarti: membahagiakan keluarga. Bagi banyak murid, dukungan dan kebahagiaan orang tua menjadi salah satu alasan utama untuk terus belajar dan berusaha.

Buku, Laptop, dan Langkah Kecil Menuju Masa Depan

Berbagai aktivitas di perpustakaan pada 20 Juli 2026 memperlihatkan bahwa layanan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung perjalanan pendidikan murid.

Raden Ayu Intan membaca buku Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Devi Aurora Callista R., Virzi, Aisyah Izzah Athirah, serta murid lainnya memanfaatkan laptop untuk mendukung kegiatan mereka. Anindya Farras Khairani, Fahreza Arkananta Demetria, Bintang Arkananta Ramadhan, dan M. Fathir Athallah tercatat mengembalikan buku, sedangkan Jessica B. dan Nigela Sativa memanfaatkan layanan peminjaman.

Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan pengelolaan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., perpustakaan terus menjadi bagian penting dari lingkungan belajar yang mendukung budaya membaca dan pengembangan potensi murid.

Layanan pemustaka yang dilaksanakan oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan agar murid dapat menjalankan kegiatan literasi dengan baik.

Setiap buku yang dibaca, setiap informasi yang dicari, dan setiap kunjungan menjadi bagian dari proses belajar. Perpustakaan menyediakan kesempatan bagi murid untuk mengenal berbagai bidang ilmu, memperluas wawasan, serta menemukan inspirasi untuk masa depan.

Dari keinginan menjadi penjahit hingga impian menjadi dokter, diplomat, hakim, jaksa, seniman, pengusaha, dan CEO muda, semuanya berawal dari keberanian untuk bermimpi.

Tentu saja, cita-cita membutuhkan usaha, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Impian yang disertai sikap jujur, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab akan memiliki makna yang lebih besar.

Pada akhirnya, perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan ruang tumbuh tempat murid mengenali diri, merangkai harapan, dan menyiapkan langkah menuju masa depan.

Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Tempat Membaca, Menemukan Inspirasi, dan Merangkai Cita-Cita.

Tuesday, October 13, 2026

LKPD 4: Prices, Discounts, and Integrated Application

Materi: Hitungan sederhana (prices & discounts), kaitan kata kerja aksi dengan aktivitas perbelanjaan, dan penerapan terpadu.

Jumlah Soal: 32 Pilihan Ganda (A, B, C, D)

Questions 1–32

  1. A plastic ball costs Rp10.000. If you buy 3 plastic balls, how much do you have to pay?

    A. Rp20.000

    B. Rp25.000

    C. Rp30.000

    D. Rp35.000

  2. A notebook is Rp8.000. It has a 50% discount today. How much is the notebook after discount?

    A. Rp2.000

    B. Rp4.000

    C. Rp6.000

    D. Rp8.000

  3. Budi buys a pen for Rp4.000 and an eraser for Rp2.000. He gives the cashier a Rp10.000 bill. How much change does he get?

    A. Rp2.000

    B. Rp4.000

    C. Rp6.000

    D. Rp8.000

  4. A school bag costs Rp100.000. During the promo, there is a 20% discount. How much money do you save?

    A. Rp10.000

    B. Rp20.000

    C. Rp80.000

    D. Rp120.000

  5. "Rp45.000" is read as:

    A. Forty-five hundred rupiahs

    B. Forty-five thousand rupiahs

    C. Four hundred five thousand rupiahs

    D. Fifty-four thousand rupiahs

  6. "Twelve thousand five hundred rupiahs" in numbers is:

    A. Rp12.050

    B. Rp12.500

    C. Rp125.000

    D. Rp1.250

  7. Nina buys 5 markers. Each marker costs Rp5.000. What is the total price?

    A. Rp15.000

    B. Rp20.000

    C. Rp25.000

    D. Rp30.000

  8. A storybook costs Rp40.000. If you have a coupon for Rp10.000 off, how much do you pay?

    A. Rp30.000

    B. Rp40.000

    C. Rp50.000

    D. Rp10.000

  9. Before you buy clothes at a store, you should ____ them on first.

    A. kick

    B. try

    C. clean

    D. drink

  10. When you finish choosing your items in a store, you should ____ to the cashier counter to pay.

    A. walk

    B. sleep

    C. swim

    D. fly

  11. "Please ____ your signature on the payment receipt."

    A. put

    B. throw

    C. jump

    D. wash

  12. The original price of a pair of sports shoes is Rp200.000. It is now on sale for Rp150.000. How much is the discount?

    A. Rp30.000

    B. Rp50.000

    C. Rp70.000

    D. Rp100.000

  13. "Buy 2 Get 1 Free". If a student wants 6 plastic balls under this promo, how many balls does he need to pay for?

    A. 2

    B. 4

    C. 6

    D. 3

  14. "____ the shopping cart carefully through the aisle so you don't hit other people."

    A. Push

    B. Read

    C. Sleep

    D. Cut

  15. "Rp150.000" in English words is ____.

    A. One hundred fifty thousand rupiahs

    B. Fifteen thousand rupiahs

    C. One million fifty thousand rupiahs

    D. Fifty-one thousand rupiahs

  16. If a pencil costs Rp2.500, how much do 4 pencils cost?

    A. Rp7.500

    B. Rp10.000

    C. Rp12.500

    D. Rp15.000

  17. Doni pays Rp50.000 for a book that costs Rp37.000. How much change should he receive?

    A. Rp13.000

    B. Rp15.000

    C. Rp17.000

    D. Rp23.000

  18. "Don't forget to ____ your receipt before leaving the counter."

    A. take

    B. throw

    C. kick

    D. break

  19. A shop sells plastic balls for Rp6.000 each. If Siti buys 5 balls and gets a Rp5.000 discount, how much does she pay in total?

    A. Rp25.000

    B. Rp30.000

    C. Rp35.000

    D. Rp20.000

  20. What action verb best describes placing items into your shopping bag?

    A. Put

    B. Run

    C. Jump

    D. Shout

  21. "Three thousand five hundred rupiahs" is written as ____.

    A. Rp35.000

    B. Rp3.500

    C. Rp350

    D. Rp305.000

  22. A store offers "10% OFF on all items". If a jacket costs Rp100.000, how much is the final price?

    A. Rp10.000

    B. Rp80.000

    C. Rp90.000

    D. Rp95.000

  23. When you pay using cash, you ____ the money to the cashier.

    A. hand

    B. throw

    C. hide

    D. kick

  24. If 1 kg of oranges costs Rp20.000, how much does 2.5 kg cost?

    A. Rp40.000

    B. Rp45.000

    C. Rp50.000

    D. Rp55.000

  25. "____ the price tag to see how much the toy costs."

    A. Check

    B. Eat

    C. Wash

    D. Sleep

  26. A plastic ruler costs Rp3.000. If Andi buys 10 rulers for his classmates, total cost is ____.

    A. Rp13.000

    B. Rp30.000

    C. Rp300.000

    D. Rp3.000

  27. "Discount" means ____.

    A. a reduction in the normal price of something

    B. an extra charge added to the price

    C. a free gift from the store

    D. the full price of an item

  28. Riko buys a pair of socks for Rp15.000. He pays with a Rp20.000 banknote. The cashier gives him a Rp5.000 coin. The Rp5.000 coin is his ____.

    A. receipt

    B. change

    C. discount

    D. price

  29. "____ the barcode at the self-checkout machine."

    A. Scan

    B. Write

    C. Listen

    D. Sing

  30. A store sells 3 notebooks for Rp12.000. How much does 1 notebook cost?

    A. Rp3.000

    B. Rp4.000

    C. Rp5.000

    D. Rp6.000

  31. Look at the instruction: "____ in line at the cashier desk."

    A. Queue / Stand

    B. Run

    C. Jump

    D. Sit down

  32. "If you buy items worth Rp100.000 or more, you will get a free plastic ball."

    Dika spends Rp120.000. Will he get a free plastic ball?

    A. Yes, he will

    B. No, he will not

    C. Maybe

    D. He must pay for it

LKPD 3: Shopping Conversations & Dialogues

 Materi: Ungkapan berbelanja (asking for help, asking for prices, offering assistance, expressing preferences).

Jumlah Soal: 32 Pilihan Ganda (A, B, C, D)

Questions 1–32

  1. Shop Assistant: "Hello! ____ I help you?"

    Customer: "Yes, I am looking for a blue pencil case."

    A. May

    B. Do

    C. Would

    D. Am

  2. Customer: "____ is this plastic bottle?"

    Seller: "It is Rp12.000."

    A. How many

    B. How much

    C. How long

    D. How far

  3. Shopkeeper: "Can I help you find something?"

    Customer: "____. I'm just looking around."

    A. Yes, please

    B. No, thank you

    C. Of course

    D. You are welcome

  4. Rani: "Excuse me, do you have this shirt in a medium size?"

    Clerk: "____. Let me check the stock in the back."

    A. No, I don't

    B. Yes, wait a moment

    C. I don't care

    D. It is expensive

  5. Buyer: "How much are these red apples?"

    Seller: "They are Rp25.000 ____ kilogram."

    A. per

    B. for

    C. to

    D. at

  6. Customer: "Can I pay by credit card?"

    Cashier: "Yes, ____."

    A. you cannot

    B. of course you can

    C. it is closed

    D. I don't know

  7. Buyer: "Can I get a discount for this bag?"

    Seller: "Sorry, the price is ____."

    A. cheap

    B. fixed

    C. negotiable

    D. free

  8. Clerk: "What color would you prefer?"

    Customer: "I ____ the dark blue one."

    A. prefer

    B. look

    C. talk

    D. cost

  9. Customer: "Excuse me, where can I find the notebook section?"

    Clerk: "It is on ____ 3, next to the pens."

    A. aisle

    B. roof

    C. window

    D. yard

  10. Seller: "That will be Rp45.000 in total."

    Customer: "Here is Rp50.000."

    Seller: "Thank you. Here is your ____ of Rp5.000."

    A. receipt

    B. change

    C. price

    D. discount

  11. Customer: "Where is the fitting room?"

    Clerk: "It is ____ the corner over there."

    A. around

    B. under

    C. between

    D. inside

  12. Buyer: "Is this plastic ball durable?"

    Seller: "Yes, it is made of ____ quality material."

    A. poor

    B. good

    C. bad

    D. weak

  13. Customer: "Do you sell drawing paper here?"

    Shopkeeper: "Yes, we ____."

    A. do

    B. are

    C. have

    D. will

  14. Cashier: "Would you like a plastic bag for your items?"

    Customer: "No, thank you. I brought my own ____ bag."

    A. paper

    B. tote

    C. plastic

    D. trash

  15. Buyer: "This ruler costs Rp5.000. Can I buy two for Rp8.000?"

    Seller: "Okay, deal!"

    What was the buyer doing?

    A. Ordering food

    B. Bargaining / Negotiating

    C. Complaining

    D. Returning an item

  16. Shop Assistant: "What size are you looking for?"

    Customer: "____"

    A. I prefer blue.

    B. Size Large, please.

    C. It is Rp20.000.

    D. Thank you very much.

  17. Customer: "Can I try this jacket on?"

    Clerk: "Sure, the ____ room is on your left."

    A. dining

    B. fitting

    C. meeting

    D. waiting

  18. Buyer: "Are these items on sale?"

    Clerk: "Yes, they have a 30% ____ today."

    A. addition

    B. discount

    C. increase

    D. tax

  19. Seller: "Would you like anything else?"

    Customer: "____. That's all for today."

    A. Yes, please

    B. No, thank you

    C. Give me more

    D. I want food

  20. Customer: "Excuse me, this marker is dried out."

    Seller: "Oh, I'm sorry. Let me ____ it with a new one."

    A. replace

    B. break

    C. throw

    D. lose

  21. Buyer: "How much ____ these three notebooks?"

    Seller: "They are Rp15.000."

    A. is

    B. are

    C. was

    D. do

  22. Customer: "Is there any discount if I buy in bulk?"

    Seller: "Yes, we offer 10% off for orders above 10 items."

    "In bulk" means buying in ____ quantities.

    A. small

    B. large

    C. single

    D. tiny

  23. Seller: "Here is your item and your receipt."

    Customer: "____."

    Seller: "You're welcome!"

    A. Thank you

    B. I'm sorry

    C. Good morning

    D. Never mind

  24. Customer: "Is this toy safe for young kids?"

    Seller: "Yes, it is non-toxic and made of lightweight ____."

    A. plastic

    B. glass

    C. metal

    D. iron

  25. Buyer: "Which one is cheaper, the red pen or the black pen?"

    Seller: "The black pen is ____ than the red one."

    A. cheaper

    B. more expensive

    C. cheapest

    D. expensive

  26. Clerk: "How would you like to pay?"

    Customer: "In ____, please." (holding paper money)

    A. cash

    B. credit

    C. cheque

    D. transfer

  27. Customer: "Do you have this shoes in size 39?"

    Clerk: "I'm sorry, we are ____ size 39."

    A. out of stock for

    B. full of

    C. rich in

    D. available with

  28. Buyer: "I will take three plastic balls, please."

    Seller: "Sure. That will be Rp18.000 altogether."

    The word "altogether" means ____.

    A. each

    B. in total

    C. separately

    D. per piece

  29. Customer: "Could you wrap this up as a gift?"

    Clerk: "____, certainly!"

    A. No way

    B. Sure

    C. I refuse

    D. Sorry

  30. Seller: "Good afternoon! What can I get for you?"

    Customer: "____"

    A. Good morning.

    B. I'm looking for a dictionary.

    C. I don't like shopping.

    D. It is five o'clock.

  31. Customer: "Excuse me, is this item on discount?"

    Seller: "Yes, it is ____ 20% off today."

    A. currently

    B. never

    C. yesterday

    D. last week

  32. Customer: "Thank you for your help."

    Seller: "____! Have a nice day!"

    A. You're welcome

    B. See you never

    C. I am fine

    D. Good job

LKPD 2: Shopping Vocabulary & Brochure Reading

Materi: Shopping Vocabulary (kosakata perbelanjaan) dan pemahaman teks fungsional brochure/flyer.

Jumlah Soal: 32 Pilihan Ganda (A, B, C, D)

Read the brochure below to answer questions 1–8:

SMART STATIONERY STORE - BACK TO SCHOOL PROMO!

Valid from July 10 to July 20

  • Notebooks: Buy 2 Get 1 Free

  • Blue & Black Pens: Rp3.000 each

  • Wooden Pencil Box: Rp15.000

  • School Backpacks: 20% OFF

Location: Jl. Merdeka No. 45, Bandar Lampung

Open Daily: 08.00 AM – 09.00 PM

Special Bonus: Free plastic ruler for every purchase above Rp50.000!

  1. What is the title of the store in the brochure?

    A. Smart Stationery Store

    B. School Market

    C. Merdeka Book Store

    D. Back to School Market

  2. When does the promotional period end?

    A. July 10

    B. July 15

    C. July 20

    D. July 25

  3. If you buy two notebooks during the promo, how many notebooks will you get in total?

    A. 2

    B. 3

    C. 4

    D. 5

  4. How much does a pen cost?

    A. Rp2.000

    B. Rp3.000

    C. Rp15.000

    D. Rp50.000

  5. What item receives a 20% discount?

    A. Notebooks

    B. Wooden Pencil Box

    C. Pens

    D. School Backpacks

  6. How can a customer get a free plastic ruler?

    A. Buy 3 pens

    B. Buy a backpack

    C. Spend more than Rp50.000

    D. Visit the store at 08.00 AM

  7. What time does the store close every day?

    A. 08.00 AM

    B. 05.00 PM

    C. 08.00 PM

    D. 09.00 PM

  8. Where is the store located?

    A. Jl. Merdeka No. 45

    B. Jl. Sudirman No. 10

    C. Jl. Ahmad Yani No. 20

    D. Jl. Kartini No. 5

Questions 9–32

  1. A person who buys items in a shop is called a ____.

    A. seller

    B. cashier

    C. customer

    D. manager

  2. A paper showing the total list of bought items and paid amount is a ____.

    A. ticket

    B. receipt

    C. passport

    D. poster

  3. "This shirt is too big. Do you have a smaller ____?"

    A. color

    B. size

    C. price

    D. discount

  4. The place in a shop where you pay for your items is the ____.

    A. cashier counter

    B. fitting room

    C. parking lot

    D. entrance

  5. A small folded paper or sheet containing promotional information about products is a ____.

    A. diary

    B. brochure

    C. novel

    D. dictionary

  6. What do you call a place where you try on clothes before buying them?

    A. Storage room

    B. Fitting room

    C. Cashier desk

    D. Waiting lounge

  7. A container made of plastic or paper used to carry purchased goods is a ____.

    A. shopping bag

    B. pencil case

    C. bookshelf

    D. wallet

  8. Which item belongs to the category of "Stationery"?

    A. Apple

    B. Eraser

    C. T-shirt

    D. Shoes

  9. "Buy 1 Get 1 Free" is an example of a ____.

    A. special offer

    B. regular price

    C. punishment

    D. tax payment

  10. A list showing prices of goods or services is called a ____.

    A. price tag / price list

    B. map

    C. schedule

    D. card

  11. If an item is marked as "Out of stock", it means the item is ____.

    A. currently unavailable

    B. very cheap

    C. brand new

    D. free

  12. Where do people usually go to buy fresh vegetables, fruits, and meat in local traditional style?

    A. Bakery

    B. Traditional market

    C. Pharmacy

    D. Bookshop

  13. What is the main purpose of a promotional brochure?

    A. To tell a fantasy story

    B. To inform and attract customers to buy products

    C. To teach grammar rules

    D. To show a map of a city

  14. A paper tag attached to clothing that shows the brand and price is a ____.

    A. price tag

    B. banner

    C. sticker

    D. stamp

  15. "A basket on wheels used for carrying groceries in a supermarket" is called a ____.

    A. shopping cart / trolley

    B. bicycle

    C. box

    D. tray

  16. What do you call a shop that specifically sells bread and cakes?

    A. Butcher shop

    B. Bakery

    C. Stationery shop

    D. Pharmacy

  17. The total money returned to a buyer when they pay more than the exact price is called ____.

    A. discount

    B. change

    C. tax

    D. debt

  18. Which phrase is commonly seen on shop window signs when items are sold at reduced prices?

    A. SALE

    B. NO ENTRY

    C. CLOSED

    D. KEEP OUT

  19. What is a "cashier"?

    A. A person who cleans the floor

    B. A person who receives payments in a shop

    C. A person who designs clothes

    D. A person who delivers letters

  20. Which of the following is NOT a stationery item?

    A. Ruler

    B. Highlighter

    C. Stapler

    D. Watermelon

  21. "EXP Date: 12/2028" on a food brochure/package stands for ____.

    A. Express Date

    B. Expiration Date

    C. Export Date

    D. Extra Date

  22. A shop that sells medicine and healthcare products is a ____.

    A. pharmacy / drugstore

    B. bookstore

    C. shoe store

    D. jewelry shop

  23. What is the meaning of "Discount 50%"?

    A. The price is doubled

    B. The price is reduced by half

    C. The price remains the same

    D. The item is free

  24. Why do stores print brochures?

    A. To advertise their products and special offers

    B. To collect trash

    C. To give students homework

    D. To wrap goods

LKPD 1. Action Verbs (kata kerja aksi), Imperative Sentences (kalimat perintah/instruksi), dan Daily Activities

LKPD 1. Action Verbs (kata kerja aksi), Imperative Sentences (kalimat perintah/instruksi), dan Daily Activities (kegiatan sehari-hari).

Jumlah Soal: 32 Pilihan Ganda (A, B, C, D)

Questions 1–32

  1. Look at the instruction: "____ the ball to your friend!" Which action verb fits best?

    A. Kick

    B. Read

    C. Sleep

    D. Cook

  2. "Please ____ the plastic bottle into the trash bin."

    A. throw

    B. listen

    C. drink

    D. draw

  3. Which of the following is an action verb?

    A. Happy

    B. Run

    C. Beautiful

    D. Under

  4. Teacher: "____ up, class! Let's do some light stretching."

    A. Sit

    B. Stand

    C. Write

    D. Sleep

  5. What action do you perform when you use your eyes to look at a screen or book?

    A. Hear

    B. Watch

    C. Touch

    D. Smell

  6. "____ carefully to the teacher's instructions before starting the game."

    A. Listen

    B. Walk

    C. Jump

    D. Clean

  7. "Don't ____ on the desk!"

    A. jump

    B. learn

    C. study

    D. think

  8. Which phrase shows a classroom instruction?

    A. I like bananas.

    B. Open your textbook to page 12.

    C. She is my sister.

    D. Yesterday was rainy.

  9. "Before entering the class, please ____ your hands."

    A. wash

    B. kick

    C. catch

    D. push

  10. "____ the door, please. It is cold outside."

    A. Open

    B. Close

    C. Break

    D. Fold

  11. What is the opposite action of "Push"?

    A. Pass

    B. Pull

    C. Catch

    D. Lift

  12. Every morning, Dino ____ his bicycle to school.

    A. rides

    B. flies

    C. sails

    D. swims

  13. "Please ____ the whiteboard after the lesson."

    A. erase

    B. drink

    C. plant

    D. sing

  14. Rina and her friends usually ____ volleyball in the school yard every Tuesday.

    A. play

    B. cook

    C. buy

    D. read

  15. "____ the ball gently so it doesn't break the window."

    A. Pass

    B. Eat

    C. Wash

    D. Paint

  16. "Do not ____ in the library. People are studying."

    A. read

    B. shout

    C. sit

    D. write

  17. Which word is NOT an action verb?

    A. Jump

    B. Catch

    C. Smart

    D. Walk

  18. "____ your hand if you know the answer."

    A. Raise

    B. Drop

    C. Cut

    D. Fold

  19. "____ a straight line using your ruler."

    A. Speak

    B. Draw

    C. Listen

    D. Drink

  20. What do you do when you are thirsty?

    A. Eat rice

    B. Drink water

    C. Sleep

    D. Run fast

  21. "____ your shoes before entering the computer laboratory."

    A. Take off

    B. Turn on

    C. Put up

    D. Look after

  22. "____ the trash off the floor and place it in the bin."

    A. Pick up

    B. Throw away

    C. Turn off

    D. Run away

  23. Which sentence expresses a negative instruction?

    A. Please sit down.

    B. Open the window now.

    C. Do not run in the hallway!

    D. Clean your table.

  24. Sinta always ____ her bed right after waking up.

    A. cleans

    B. makes

    C. washes

    D. sweeps

  25. "____ the instructions on the paper before answering."

    A. Read

    B. Jump

    C. Sing

    D. Catch

  26. "____ the light when you leave the room to save energy."

    A. Turn on

    B. Turn off

    C. Turn up

    D. Turn down

  27. What action is depicted when someone moves rapidly using their legs?

    A. Sleeping

    B. Running

    C. Sitting

    D. Thinking

  28. "____ quiet, please. The exam is starting."

    A. Be

    B. Do

    C. Make

    D. Have

  29. "Please ____ the paper in half."

    A. fold

    B. run

    C. kick

    D. drink

  30. Which verb completes the routine: "I ____ my teeth twice a day."

    A. comb

    B. brush

    C. wash

    D. cut

  31. "____ your name on the top right corner of the test sheet."

    A. Speak

    B. Write

    C. Read

    D. Listen

  32. "____ the basket to the sports room, please."

    A. Carry

    B. Sleep

    C. Stand

    D. Look