Merangkai Cita-Cita di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung
Senin, 20 Juli 2026
Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.
Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menjadi ruang yang penuh cerita. Pada Senin, 20 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas datang untuk membaca buku, meminjam dan mengembalikan koleksi, serta memanfaatkan fasilitas laptop. Di sela-sela kegiatan tersebut, muncul beragam ungkapan tentang cita-cita, mulai dari menjadi dokter, diplomat, hakim, jaksa, guru, hingga pengusaha sukses dan CEO muda.
Setiap murid memiliki impian yang berbeda. Ada yang ingin memperoleh kesuksesan finansial, ada yang ingin membantu sesama, dan ada pula yang ingin menegakkan keadilan. Semua cerita itu menjadi warna tersendiri dalam kehidupan literasi di perpustakaan.
Raden Ayu Intan dan Impian Menjadi Penjahit
Salah satu murid yang cukup aktif berkunjung adalah Raden Ayu Intan, murid kelas 9D. Ia datang untuk membaca buku Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Ia juga beberapa kali memanfaatkan fasilitas laptop untuk mendukung kegiatannya.
Ketika mengungkapkan cita-citanya, Intan menyebut ingin menjadi penjahit. Dengan gaya bercanda yang khas remaja, ia mengatakan ingin menjahit bet kelas agar terlihat rapi. Pada kesempatan lain, ia melontarkan gurauan ingin menjahit mulut orang-orang yang dianggap terlalu banyak berkomentar.
Di balik candaan tersebut, tersimpan gambaran tentang seorang murid yang memiliki cara unik dalam mengekspresikan keinginannya. Dunia menjahit sendiri merupakan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi profesi kreatif dan peluang usaha apabila ditekuni dengan sungguh-sungguh.
Intan juga mengungkapkan keinginannya untuk menjadi orang kaya dan miliarder. Ia bahkan menyebut ingin memiliki iPhone 17. Namun, salah satu pernyataannya menunjukkan sisi yang lebih bermakna: ia ingin memiliki banyak uang agar dapat berbagi dengan anak-anak di panti asuhan.
Keinginan berbagi tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukan hanya tentang apa yang dapat dibeli, tetapi juga tentang manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Dokter, Guru, dan Pengabdian kepada Sesama
Dari kelas 8D, Devi Aurora Callista R. memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan. Ia menyampaikan keinginan menjadi dokter karena ingin membantu orang lain. Baginya, profesi dokter bukan hanya pekerjaan, melainkan kesempatan untuk memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam catatan kunjungan lainnya, Devi juga mengungkapkan keinginan untuk menjadi seseorang yang sukses dan memiliki banyak uang. Kedua ungkapan tersebut memperlihatkan sisi cita-cita yang berbeda: keinginan untuk mencapai kesejahteraan sekaligus harapan untuk memiliki masa depan yang baik.
Sementara itu, Aisyah Izzah Athirah, murid kelas 9D, menyampaikan keinginannya menjadi guru SMP. Profesi guru memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda, menyampaikan ilmu pengetahuan, dan membantu murid mengembangkan potensi mereka.
Ketiga cerita ini menunjukkan bahwa profesi di bidang pelayanan dan pendidikan tetap menjadi bagian dari impian murid. Melalui belajar dan membaca, mereka dapat mulai mengenali kemampuan serta mempersiapkan diri untuk mencapai cita-cita tersebut.
Diplomat, Hakim, dan Jaksa: Cita-Cita Menegakkan Keadilan
Di antara kunjungan yang tercatat, terdapat murid kelas 8C yang mengembalikan buku PAK 7 nomor 2. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan cita-cita ingin menjadi diplomat.
Profesi diplomat berkaitan dengan hubungan antarnegara, komunikasi internasional, dan upaya menjaga kerja sama serta perdamaian. Cita-cita tersebut membuka gambaran bahwa murid dapat memiliki minat terhadap dunia diplomasi dan hubungan internasional sejak usia sekolah.
Dari kelas 7D, Anindya Farras Khairani datang untuk mengembalikan buku Panduan Pendidikan Antikorupsi nomor 1. Ia mengungkapkan keinginan menjadi hakim karena ingin menegakkan keadilan.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian membela kebenaran. Melalui bacaan tentang pendidikan antikorupsi, murid dapat belajar bahwa keadilan perlu dijaga melalui sikap yang berintegritas.
Sementara itu, M. Fathir Athallah, murid kelas 8C, mengembalikan buku PAK nomor 1 dan menyampaikan cita-cita ingin menjadi jaksa. Profesi jaksa berkaitan dengan penegakan hukum dan proses peradilan. Impian tersebut dapat menjadi motivasi untuk mempelajari hukum, memahami tanggung jawab, dan membangun karakter yang jujur.
Masih dari kelas 9C, Nigela Sativa meminjam buku Pendidikan Antikorupsi nomor 4. Ia menyampaikan cita-cita menjadi dokter sekaligus penghafal Al-Qur'an. Ia ingin membantu orang yang sedang sakit dan berharap memperoleh keberkahan dalam kehidupannya.
Impian Nigela memadukan keinginan untuk mengabdi kepada sesama dengan tekad mengembangkan kemampuan spiritual. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang dapat membantunya memperoleh pengetahuan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Pengusaha Sukses dan CEO Muda
Keinginan untuk meraih kesuksesan di dunia usaha juga muncul dalam catatan kunjungan hari itu.
Fahreza Arkananta Demetria, murid kelas 9C, mengembalikan buku Pendidikan Antikorupsi Kelas 8 nomor 2. Ia mengungkapkan keinginan menjadi pengusaha batu bara karena tertarik pada peluang ekonomi dari bidang tersebut.
Dari kelas 8E, Bintang Arkananta Ramadhan mengembalikan buku Bahasa Arab Kelas VIII nomor 1. Ia menyampaikan cita-cita menjadi pengusaha sukses dan memiliki banyak uang.
Sementara itu, Virzi, murid kelas 8A, kembali memanfaatkan perpustakaan untuk membaca buku Bahasa Indonesia kelas 7 dan menggunakan laptop. Ia menyampaikan keinginan menjadi CEO muda, yakni pemimpin perusahaan yang sukses dan dermawan.
Bagi Virzi, menjadi bos muda bukan hanya soal memimpin perusahaan, tetapi juga tentang membangun masa depan dan memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan. Cita-cita tersebut dapat menjadi pendorong untuk mempelajari kepemimpinan, komunikasi, kewirausahaan, serta pengelolaan keuangan sejak dini.
Kisah para murid ini memperlihatkan bahwa keinginan menjadi pengusaha atau pemimpin perusahaan dapat diarahkan pada tujuan yang lebih luas. Kesuksesan yang baik tidak hanya diukur dari besarnya penghasilan, tetapi juga dari kejujuran, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Seniman dan Kebahagiaan Bersama Keluarga
Cita-cita tidak selalu berkaitan dengan profesi di bidang hukum, kesehatan, atau bisnis. Ada pula murid yang tertarik pada dunia seni.
Jessica B., murid kelas 8H, datang untuk meminjam buku Panduan Pendidikan Antikorupsi nomor 2. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan satu kata yang menggambarkan impiannya: artist atau seniman.
Keinginan menjadi seniman menunjukkan bahwa kreativitas juga memiliki tempat dalam perjalanan pendidikan. Melalui seni, seseorang dapat mengekspresikan gagasan, menyampaikan pesan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi orang lain.
Sementara itu, Zifa, Callysta, Qania, dan Nisa, murid kelas 9C, menggunakan fasilitas laptop bersama. Mereka menyampaikan keinginan untuk menjadi sukses karena ingin bahagia bersama orang tua.
Ungkapan mereka yang penuh semangat menggambarkan bahwa di balik cita-cita besar, terdapat harapan sederhana yang sangat berarti: membahagiakan keluarga. Bagi banyak murid, dukungan dan kebahagiaan orang tua menjadi salah satu alasan utama untuk terus belajar dan berusaha.
Buku, Laptop, dan Langkah Kecil Menuju Masa Depan
Berbagai aktivitas di perpustakaan pada 20 Juli 2026 memperlihatkan bahwa layanan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung perjalanan pendidikan murid.
Raden Ayu Intan membaca buku Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Devi Aurora Callista R., Virzi, Aisyah Izzah Athirah, serta murid lainnya memanfaatkan laptop untuk mendukung kegiatan mereka. Anindya Farras Khairani, Fahreza Arkananta Demetria, Bintang Arkananta Ramadhan, dan M. Fathir Athallah tercatat mengembalikan buku, sedangkan Jessica B. dan Nigela Sativa memanfaatkan layanan peminjaman.
Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan pengelolaan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., perpustakaan terus menjadi bagian penting dari lingkungan belajar yang mendukung budaya membaca dan pengembangan potensi murid.
Layanan pemustaka yang dilaksanakan oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan agar murid dapat menjalankan kegiatan literasi dengan baik.
Setiap buku yang dibaca, setiap informasi yang dicari, dan setiap kunjungan menjadi bagian dari proses belajar. Perpustakaan menyediakan kesempatan bagi murid untuk mengenal berbagai bidang ilmu, memperluas wawasan, serta menemukan inspirasi untuk masa depan.
Dari keinginan menjadi penjahit hingga impian menjadi dokter, diplomat, hakim, jaksa, seniman, pengusaha, dan CEO muda, semuanya berawal dari keberanian untuk bermimpi.
Tentu saja, cita-cita membutuhkan usaha, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Impian yang disertai sikap jujur, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab akan memiliki makna yang lebih besar.
Pada akhirnya, perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku. Perpustakaan merupakan ruang tumbuh tempat murid mengenali diri, merangkai harapan, dan menyiapkan langkah menuju masa depan.
Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Tempat Membaca, Menemukan Inspirasi, dan Merangkai Cita-Cita.
No comments:
Post a Comment