Merangkai Cita-Cita, Menumbuhkan Harapan di Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung
Kamis, 23 Juli 2026
Kepala Madrasah: Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I.
Kepala Perpustakaan: Winarno, S.Pd.
Layanan Pemustaka: Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si.
Perpustakaan Menjadi Ruang untuk Bermimpi
Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung kembali menghadirkan cerita menarik tentang semangat belajar, persahabatan, dan cita-cita para murid. Pada Kamis, 23 Juli 2026, murid-murid dari berbagai kelas memanfaatkan fasilitas laptop, membaca buku, serta meminjam dan mengembalikan koleksi perpustakaan. Di sela-sela aktivitas tersebut, mereka berbagi impian tentang masa depan yang ingin diraih.
Ada yang bercita-cita menjadi guru, hakim, polisi wanita, anggota TNI, akuntan, hingga CEO muda. Sebagian murid ingin menjadi orang sukses dan kaya, sementara yang lain berharap dapat membahagiakan orang tua, hidup bahagia, atau memperoleh kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa perpustakaan bukan hanya tempat untuk memperoleh informasi, tetapi juga ruang bagi murid untuk mengenali minat, menyampaikan harapan, dan mulai membayangkan masa depan mereka.
Intan Depi Aalesa dan Semangat Menjadi Orang Sukses
Intan Depi Aalesa, murid kelas 9D, memanfaatkan fasilitas laptop di perpustakaan. Ketika ditanya tentang cita-citanya, ia mengungkapkan keinginan untuk menjadi orang sukses.
Harapan serupa juga disampaikan Dery Al-Biruni Novian, murid kelas 8F, yang ingin meraih kesuksesan dalam kehidupannya.
Bagi para murid, kesuksesan dapat memiliki banyak arti. Ada yang membayangkan keberhasilan dalam pekerjaan, ada yang ingin memiliki kehidupan berkecukupan, dan ada pula yang ingin menjadi pribadi yang membanggakan keluarga.
Apa pun bentuk kesuksesan yang diimpikan, semuanya memerlukan proses. Ketekunan belajar, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri merupakan bekal penting untuk melangkah menuju masa depan.
Hanifah Muslimah Veristya: Menjadi Guru PNS
Salah satu cita-cita yang menarik datang dari Hanifah Muslimah Veristya, murid kelas 8A. Saat menggunakan laptop di perpustakaan, ia menyampaikan keinginannya menjadi guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Hanifah memiliki beberapa alasan di balik impiannya. Ia ingin menjadi orang yang pintar, memperoleh kehidupan yang baik, dan mendapatkan pahala melalui profesinya.
Keinginannya menunjukkan bahwa profesi guru dapat dipandang sebagai jalan untuk mengembangkan ilmu sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain. Seorang guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga berperan dalam membimbing murid dan membentuk karakter generasi muda.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, Hanifah dapat mulai membangun kebiasaan belajar, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Perpustakaan menjadi salah satu tempat yang mendukung proses tersebut melalui koleksi bacaan dan fasilitas belajar yang tersedia.
Virzi dan Impian Menjadi CEO Muda yang Dermawan
Virzi, murid kelas 8A, kembali menunjukkan ketertarikannya pada dunia bisnis dan kepemimpinan. Ia mengungkapkan keinginan menjadi CEO sekaligus bos muda yang dermawan dan rendah hati.
Dalam catatan kunjungannya, Virzi juga menyebut kegemarannya membaca buku. Ia mengaitkan cita-citanya dengan berbagai keinginan untuk mengembangkan diri dan meraih prestasi.
Impian menjadi pemimpin perusahaan membutuhkan pengetahuan, kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan bekerja sama. Namun, hal yang menarik dari cita-cita Virzi adalah keinginannya untuk tetap dermawan dan rendah hati.
Harapan tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari jabatan atau kekayaan, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain dan menggunakan keberhasilannya untuk memberikan manfaat.
Melalui kegiatan membaca dan belajar, murid dapat mulai mengenal kepemimpinan, kewirausahaan, serta nilai-nilai tanggung jawab yang diperlukan untuk mencapai cita-cita.
Alya: Menjadi Hakim yang Adil
Alya, murid kelas 9I, mengembalikan satu buku Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di perpustakaan. Ia mengungkapkan keinginannya menjadi hakim agar dapat bersikap adil kepada sesama manusia dan masyarakat.
Alya juga menyampaikan keprihatinan terhadap keadaan ketika masyarakat merasa tidak memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum.
Cita-citanya mencerminkan kepedulian terhadap keadilan dan kesetaraan. Profesi hakim menuntut integritas, ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan mempertimbangkan perkara berdasarkan hukum dan bukti.
Keinginan Alya dapat menjadi motivasi untuk terus mempelajari ilmu pengetahuan, memahami aturan, dan membiasakan diri bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui buku dan sumber informasi yang tersedia, perpustakaan dapat membantu murid memperluas pemahaman tentang hukum, hak, kewajiban, dan pentingnya keadilan bagi seluruh masyarakat.
Syahira Azkadina: Mengabdi sebagai Polwan
Dari kelas 8C, Syahira Azkadina mengembalikan satu buku SKI Kelas 7. Ia menyampaikan cita-cita menjadi polisi wanita atau polwan.
Cita-cita tersebut menggambarkan keinginan untuk menekuni profesi yang berkaitan dengan pelayanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Untuk mempersiapkan diri menuju profesi tersebut, seorang murid dapat mulai membangun disiplin, menjaga kesehatan, mengembangkan kemampuan belajar, serta menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab.
Setiap cita-cita membutuhkan persiapan yang sesuai. Kebiasaan baik yang dibangun sejak sekolah dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan yang diinginkan.
Rizki Wildan dan Mimpi Menjadi Polisi
Rizki Wildan, murid kelas 8A, mengungkapkan keinginan menjadi polisi melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol). Ia juga menyebut olahraga, termasuk bermain bola, sebagai bagian dari minatnya.
Sementara itu, murid kelas 8A lainnya, Rizki, juga menyampaikan cita-cita menjadi polisi melalui Akpol. Ia menyukai berbagai aktivitas olahraga, seperti bermain sepak bola, basket, dan voli.
Kisah mereka memperlihatkan bahwa cita-cita dapat berjalan berdampingan dengan hobi. Kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk belajar tentang kerja sama, disiplin, sportivitas, dan ketekunan.
Walaupun minat setiap murid berbeda, kebiasaan positif dalam belajar dan beraktivitas dapat membantu mereka membangun karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.
M. Sarfaraz Zaidan dan Cita-Cita Menjadi TNI
M. Sarfaraz Zaidan, murid kelas 8A, menyampaikan keinginannya untuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Cita-cita tersebut berkaitan dengan profesi yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, ketahanan fisik, dan komitmen terhadap tugas.
Persiapan menuju masa depan tidak selalu dimulai dari hal-hal besar. Mematuhi aturan, menjaga kebugaran, tekun belajar, serta membiasakan diri menyelesaikan tanggung jawab merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak sekolah.
Perpustakaan pun memiliki peran dalam mendukung proses belajar dengan menyediakan sumber informasi yang membantu murid memperluas pengetahuan dan memahami berbagai pilihan profesi.
Nezhira Fattiya Harahap: Menjadi Akuntan yang Sukses
Nezhira Fattiya Harahap, murid kelas 9D, meminjam tiga buku IPA. Dalam catatan kunjungannya, ia mengungkapkan cita-cita untuk menekuni bidang akuntansi melalui jalur pendidikan kedinasan dan menjadi pribadi yang sukses di dunia maupun akhirat.
Impian Nezhira menunjukkan adanya ketertarikan terhadap masa depan yang menggabungkan pencapaian profesional dengan nilai-nilai kehidupan.
Bidang akuntansi membutuhkan ketelitian, kemampuan berhitung, pemahaman pengelolaan keuangan, serta kejujuran. Kebiasaan belajar dan membaca dapat membantu murid mengenal dasar-dasar pengetahuan yang diperlukan untuk menekuni bidang tersebut.
Keinginan untuk meraih keberhasilan dunia dan akhirat juga menjadi pengingat bahwa pencapaian profesional dapat diiringi upaya menjaga integritas dan berbuat baik kepada sesama.
Traveling, Bisnis, dan Kebersamaan Bersama Teman
Cita-cita dan harapan para murid tidak hanya berkaitan dengan profesi. Ada pula yang membayangkan pengalaman hidup, perjalanan, dan kebersamaan bersama teman.
Callysta, Nisa, Noza, dan Afika, murid kelas 9C, berkunjung untuk meminjam tujuh buku IPA. Dalam catatan kunjungan mereka, muncul beragam harapan, termasuk ketertarikan pada dunia bisnis perempuan, perjalanan atau traveling, dan keinginan menghabiskan waktu bersama teman.
Sementara itu, Sazqia dan teman-temannya, murid kelas 9C, menyampaikan keinginan untuk melakukan perjalanan atau traveling.
Keinginan menjelajahi tempat baru dapat menjadi dorongan untuk mengenal budaya, lingkungan, dan pengalaman yang berbeda. Perjalanan juga dapat memperluas wawasan apabila disertai sikap terbuka dan kemauan untuk belajar.
Di sisi lain, ketertarikan terhadap dunia bisnis menunjukkan bahwa para murid mulai memikirkan berbagai kemungkinan untuk mengembangkan diri. Minat tersebut dapat terus dieksplorasi melalui bacaan, pengalaman, dan pembelajaran yang sesuai.
Kesya Tsanny Justicia: Sukses, Kaya, dan Masuk Surga
Kesya Tsanny Justicia, murid kelas 9D, menggunakan laptop di perpustakaan. Ia mengungkapkan cita-cita menjadi orang kaya, menjadi CEO dengan penghasilan besar, dan masuk surga.
Ungkapan Kesya memperlihatkan perpaduan antara harapan memperoleh keberhasilan material dan keinginan mencapai kehidupan yang baik secara spiritual.
Kesuksesan finansial dapat menjadi salah satu tujuan hidup, tetapi proses mencapainya juga perlu diiringi sikap jujur, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap orang lain.
Sementara itu, harapan untuk memperoleh kebaikan di akhirat mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan belajar dan mengembangkan diri, murid dapat mempersiapkan masa depan tanpa melupakan pentingnya karakter dan kebaikan.
Muly dan Andrea: Harapan untuk Kehidupan yang Baik
Muly, murid kelas 8B, meminjam satu buku Matematika dan mengembalikannya dalam kunjungan lainnya. Dalam catatan kunjungannya, ia menyampaikan harapan untuk masuk surga, yang dikaitkannya dengan pesan dari Pak Daris.
Sementara itu, Andrea, murid kelas 8A, juga mengungkapkan harapan serupa.
Kedua cerita tersebut memperlihatkan bahwa di antara berbagai impian mengenai profesi dan kesuksesan, para murid juga memikirkan nilai-nilai kehidupan yang mereka anggap penting.
Lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk membiasakan perilaku baik, menghormati orang lain, menjaga kejujuran, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Membaca, Belajar, dan Mengembangkan Potensi
Aktivitas perpustakaan pada 23 Juli 2026 memperlihatkan beragam cara murid memanfaatkan layanan yang tersedia. Ada yang menggunakan laptop untuk kegiatan belajar, ada yang membaca buku, serta ada yang meminjam dan mengembalikan koleksi IPA, IPS, Matematika, dan SKI.
Raden Ayu Intan, murid kelas 9D, tercatat meminjam dan mengembalikan buku IPA. Sementara itu, Aisyah Izzah Athirah, murid kelas 9D, membaca buku IPA Terpadu kelas 9.
Di sela-sela kegiatan tersebut, para murid menyampaikan harapan yang beragam, mulai dari menjadi pemimpin perusahaan, guru, hakim, polwan, anggota TNI, hingga akuntan.
Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Dr. H. Hamsir, S.Pd., M.Pd.I. dan pengelolaan Kepala Perpustakaan Winarno, S.Pd., Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung terus menjadi bagian dari lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi dan pengembangan potensi murid.
Layanan pemustaka yang dilaksanakan oleh Parindra Firmando, S.Pd., Daris Budiana, S.Pd., dan Aisiyah Putri Sandi, S.Si. turut mendukung pemanfaatan koleksi dan fasilitas perpustakaan untuk menunjang kegiatan belajar.
Setiap buku yang dibaca dapat membuka wawasan baru. Setiap informasi yang ditemukan dapat membantu murid memahami dunia dengan lebih luas. Dan setiap cita-cita yang disampaikan dapat menjadi awal untuk menyusun langkah menuju masa depan.
Menumbuhkan Mimpi, Menyiapkan Masa Depan
Cerita para murid pada Kamis, 23 Juli 2026, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara sendiri dalam membayangkan masa depannya. Ada yang ingin sukses dan kaya, ada yang ingin menegakkan keadilan, ada yang ingin mengabdi kepada masyarakat, dan ada pula yang ingin menjadi pemimpin yang dermawan serta rendah hati.
Di balik setiap impian, terdapat harapan yang patut dihargai. Namun, cita-cita tidak cukup hanya diucapkan. Diperlukan usaha, ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung hadir sebagai salah satu tempat bagi para murid untuk memulai perjalanan tersebut. Melalui buku, fasilitas teknologi, dan kegiatan literasi, mereka dapat memperluas pengetahuan serta mengenali potensi yang dimiliki.
Sebab, masa depan yang baik dapat berawal dari kebiasaan sederhana hari ini: membaca, belajar, menghargai orang lain, dan berani bermimpi.
Perpustakaan MTsN 1 Bandar Lampung — Membaca Hari Ini, Merangkai Kesuksesan Esok Hari.
No comments:
Post a Comment